Hadiri Haul KH Ahmad Bagdja, Said Aqil Siradj Sampaikan Pesan Ini kepada Ribuan Jamaah

KUNINGAN – Mantan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj, hadir pada agenda Haul ke-4 KH Ahmad Bagdja dan Zikir Akbar untuk Keselamatan Bangsa yang digelar Majelis Zikir Zulfaqar dan Anggota DPR RI, Yanuar Prihatin, pada Selasa (06/02/2024) malam di Desa Pajawankidul Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan.


Pada ceramah kebangsaan yang disampaikannya, Profesor Said Aqil Siradj mengatakan bahwa Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah pegangan hidup yang jelas dan harus dipedomani.


“Produk Imam Asy’ari ada Aqa’id, yakni sifat 20 wajib bagi Allah, yang mustahil 20, yang Jaiz 1, yang wajib bagi Rasul Anbiya 4, yang mustahilnya 4, yang Jaiz 1, jadi jumlahnya 50,” paparnya.


Aqa’id tersebut, imbuhnya, adalah prinsip yang harus dipegang ummat Islam, dan dijaga dengan benar.


Selain memegang ajaran Al Qur’an dan Hadits, katanya, Imam Asy’ari juga menyebarkan ajaran dengan mempedomani Aqliyah.


“Seperti sifat wajib bagi Allah, Wujud, itu di Al Qur’an tidak ada (tersuratnya). Namun dengan Aqliyah, Imam Asy’ari meletakkan sifat Wujud bagi Allah SWT di nomor pertama,” terangnya.


Manusia, ujarnya, sebenarnya tidak ada, tapi diadakan ke dunia ini oleh Allah SWT.


“Syariat kita ikut Imam Syafi’i, kata Imam Syafi’i, jika ingin faham Syariat Islam harus berdasarkan Al Qur’an, Hadits dan Akal,” sebutnya.


Diterangkannya, Al Hadist dan Akal para Alim Ulama adalah keterangan yang melengkapi pemahaman sesuatu hal yang tidak dijelaskan tersurat pada Al Qur’an.


“Akal ini berarti juga Ijma para Alim ulama dan Qiyas Ulama,” tandas dia.


Said Aqil juga menitipkan kepada masyarakat untuk bisa memasukkan anak-anak ke pondok pesantren (yang salafi) agar menjadi generasi yang memiliki akhlak yang mulia.

Terkait pelaksanaan pesta demokrasi nanti, Said Aqil memberi pernyataan bahwa untuk pilihan politik, bagi yang merasa dirinya santri pasti akan memilih sosok calon pemimpin yang santri juga.

“Saya bukan juru kampanye dan bukan lagi Ketua PBNU, namun (dalam pilihan politik) saya ini ibarat semut di Zaman Nabi Ibrahim, setidaknya Saya menunjukkan posisi di kubu Ibrahim as,” paparnya.


Sementara, penyelenggara agenda Zikir Akbar dan Haul ke-4 KH Ahmad Bagdja, Yanuar Prihatin, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


“Ini adalah acara untuk menjalin silaturahmi dan untuk mendoakan bagi keselamatan bangsa. Alhamdulillah hadir sekira 4000 jamaah,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap akan terwujud kehidupan masyarakat yang damai, dan saling mendoakan pada kebaikan.


“Untuk semuanya, semoga pada pelaksanaan Pemilu 2024 nanti juga terlaksana dengan damai, tertib dan keselamatan untuk seluruh bangsa ini,” ucap Yanuar.


Selain KH Said Aqil Siradj, hadir pada agenda Haul ini, pembicara KH Ikram bin Ahmad sebagai Guru Besar Majelis Zikir Zulfaqar Indonesia.


Terlihat juga, Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih bersama sejumlah alim ulama duduk bersama di panggung kehormatan. (Nars)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *