Kuningan Religi

Portal Berita dan Informasi Kabupaten Kuningan sesuai Realita

Budaya headline Khazanah Islam

Kenapa Takziah Penting? Ini Arti dan Keutamaan Takziah untuk Orang yang Meninggal dan Keluarganya

KHAZANAH ISLAM, KR – Setiap ada warga, baik itu keluarga, tetangga, rekan kerja atau teman kita yang meninggal dunia, semua pihak yang merasa dekat dengan Almarhum/Almarhumah tentu merasa ingin melaksanakan takziah, ataupun melihat serta membantu keluarga yang meninggal dalam pemulasaraan jenazah.

Bahkan, tak sedikit yang ikut memandikan, menyolatkan, mengantar ke pemakaman, dan hingga mendoakan almarhum dengan tradisi tahlilan sampai ke berapa hari setelah kepergian Almarhum.


Namun, ada baiknya kita mengetahui arti, makna, keutamaan dan mengapa takziah ini penting dilakukan sebagai sesama makhluk sosial.


Secara bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takziah berarti kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berdukacita atau belasungkawa.


Takziah bisa diartikan juga sebagai sarana untuk menghibur hati orang yang mendapat musibah.


Dengan ber-takziah, selain mendoakan orang yang telah meninggal, kehadiran kita di tengah-tengah keluarga yang sedang berduka, diharapkan bisa memberikan dukungan moral menguatkan hati pihak keluarga Almarhum.


Kita juga bisa memberikan kata-kata yang menghibur keluarga Almarhum untuk bersabar, menerima takdir dan agar mereka merasa di tengah kedukaan ternyata ada orang lain yang membersamai mereka dalam kesedihannya.


Dilansir dari laman NU Online, menurut definisi sesuai yang ditulis dalam al-Adzkar an-Nawawiyyah oleh Imam An-Nawawi, takziah hakikatnya adalah tashabbur (mengajak sabar), menyampaikan hal-hal yang dapat menghibur keluarga orang meninggal, meringankan kesedihannya, dan memudahkan urusan musibahnya.

Adapun, dari berbagai sumber menyebutkan, hukum takziah ini termasuk ke dalam amalan sunnah. Sedangkan memulasara jenazah, termasuk menyolatkan jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah.


Hukum Sunnah takziah dijelaskan sebagai perbuatan yang mencakup amalan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Sedangkan hukum wajib kifayah sholat jenazah ini dijelaskan dalam Hadits Rasulullah SAW. Nabi telah memerintahkan umatnya untuk melaksanakan salat jenazah.

Dari Abi Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salatilah jenazah saudara kalian.” (HR Bukhari dan Muslim).


Sedangkan, sholat jenazah ini dilakukan setelah jenazah sudah dimandikan dan dikafani dan sebelum dikuburkan. Salat jenazah boleh dilaksanakan di masjid atau di rumah.

Dalil dan Keutamaan Takziah

1. Ibadah yang Disunnahkan

Sebagaimana telah disebutkan, hukum takziah ini adalah sunnah. Adapun dalil Firman Allah SWT yang disebutkan jadi dasar pelaksanaan takziah ini adalah seperti yang terdapat dalam Al Quran, Surah Al Maidah ayat 2, yang artinya dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.


Masih dilansir dari NU Online, tolong-menolong, termasuk takziah, juga didasari oleh hadits Rasulullah SAW:
وَاللهُ فِي عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَوْن أخيه

Artinya: Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya (HR Abu Dawud).

2. Keutamaan untuk Keluarga Almarhum

Seperti yang sudah disampaikan di atas, takziah bukan sekadar mendoakan Almarhum agar mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Takziah juga menjadi amal baik kita, dengan mendampingi keluarga yang ditinggalkan untuk bisa bersabar, berteguh hati, dan menerima musibah kematian orang terdekatnya.


Selain itu, takziah diharapkan mampu mengurangi kesedihan dan meringankan musibah keluarga yang ditinggalkan. Cara mengurangi kesedihan dan meringankan musibah tentu bermacam-macam, mulai membantu mengurus jenazah, menyiapkan keperluannya, hingga memberikan bantuan materi.


Keterangan lain dari keutamaan takziah ini adalah hadits Rasulullah SAW, yang diriwayatkan Abdullah ibn Mas‘ud berikut:
مَنْ عَزَّى مُصَاباً فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
Artinya: Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang terkena musibah, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mendapat musibah tersebut (HR at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

Dikemukakan Abu Barzah, Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنْ عَزَّى ثَكْلَى كُسِيَ بُرْداً في الجَنَّةِ

Artinya: Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang kehilangan putranya, maka dia akan diberikan pakaian keagungan di surga (HR at-Tirmidzi).

Hadits lain, ‘Amr ibn Hazm meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ما مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أخاهُ بِمُصِيْبَتِهِ إِلاَّ كَساهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ حُلَلِ الكَرَامَةِ يَوْمَ القِيامَةِ

Artinya: Tidaklah seorang mukmin bertakziah pada saudaranya yang ditimpa musibah kecuali Allah akan mengenakan pakaian kemuliaan pada hari Kiamat (HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

Demikian uraian singkat seputar takziah yang diharapkan bisa menjadi wawasan bagi kita semua dalam bermuamalah dengan sesama manusia. Karena segala amal kebaikan tentu ada keutamaan dan keterangan penunjangnya agar meneguhkan keyakinan kita dalam beribadah. Wallahu Alam Bish Showab.

(Nars, dari berbagai sumber)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *