Kuningan Religi

Portal Berita dan Informasi Kabupaten Kuningan sesuai Realita

Uncategorized

Ratusan Warganet Sindir Kursi Rapat DPRD Kuningan Kosong Saat Paripurna, Sekda Dian Angkat Bicara

KUNINGAN – Membaca informasi tentang kondisi rapat paripurna DPRD Kuningan yang tak dihadiri sejumlah anggota DPRD, ratusan Warganet langsung “menyerbu” unggahan akun Instagram Kuningan Religi dengan komentar-komentar pedas, pada Kamis (20/06/2024) sore.

“Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Kuningan mengenai Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2023 yang digelar pada Kamis (20/06/2024), diduga tak mendapat perhatian yang serius dari para legislator Kuningan,” demikian ditulis akun Instagram @kuninganreligi pada unggahan tersebut.

Ditambahkan lagi, saat Penjabat (PJ) Bupati Kuningan menyampaikan jawabannya, sebagian besar kursi yang seharusnya diduduki para anggota DPRD tampak kosong melompong.

“Pantauan di lokasi menunjukkan minimnya kehadiran anggota dewan, sementara undangan lain dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan SKPD, dan sejumlah perwakilan lembaga terlihat penuh mengisi kursi mereka,” sebut akun ini.

Membaca keterangan tersebut, banyak warganet yang menyayangkan fenomena kursi peserta rapat paripurna yang kosong. Bahkan, sebagian mempertanyakan kinerja anggota DPRD Kuningan sejauh ini untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Dikasih amanat sama rakyat kok begitu sih, ingat nanti dipertanggung jawabkan,” tulis akun Instagram @mhd_hbibi dalam komentarnya.

Sementara, akun @indridwifreyyanni49 berkomentar, terkait kinerja anggota DPRD yang dinilainya seenaknya padahal sudah digaji dari uang rakyat. “Lah, kocak, digaji dari uang rakyat bagian kerja seenaknya,” tulisnya.

Hingga Kamis petang, unggahan tentang kursi rapat DPRD Kuningan yang kosong ini sudah mendapat 14 ribu tayangan, dan 162 komentar Warganet.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat diminta tanggapan terkait fenomena “kursi rapat kosong” ini, mengungkapkan kalau soal kehadiran anggota DPRD saat rapat bukan kewenangan dirinya untuk menanggapi.

“Saya tidak dalam ranah untuk mengomentari itu, tapi yang pasti, ketika (yang tidak hadir) para pegawai eksekutif dari mulai tingkat kadis dan kepala SKPD, maka Saya bergerak,” ungkapnya.

Dian mengaku, sesuai arahan pimpinan, untuk kehadiran para pejabat eksekutif Pemkab Kuningan pada rapat yang digelar di DPRD Kuningan, saat ini ada peningkatan.

“Saya selalu instruksikan kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Kuningan ini untuk hadir di rapat-rapat DPRD. Ini untuk menghargai, menghormati lembaga legislatif Kuningan,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kuningan, Ujang Kosasih, mengungkapkan dugaan alasan kenapa para anggota DPRD Kuningan tidak ada di kursi mereka saat rapat berlangsung.

“Seluruh dokumen dari jawaban PJ Bupati ini sudah diterima oleh masing-masing anggota. Walaupun mungkin ada keperluan yang penting sekali, sehingga mereka tidak bisa mengikuti rapat hingga tuntas, tapi anggota sudah menerima materi (rapat) itu,” papar Ujang. (NARS)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *