

KUNINGAN — Sebanyak 180 pelari dari berbagai daerah di Indonesia antusias mengikuti ajang lari lintas alam Di Sini Tuh Tenang Buat Lari (DTBL) seri ke-3 2026 di Talaga Surian Kuningan. Event lari tahunan ini menyuguhkan pengalaman berolahraga sekaligus menikmati keindahan alam dan destinasi wisata di wilayah Kuningan selatan.
Panitia Pelaksana DTBL 3 sekaligus Pengelola Kawasan Wisata Alam Talaga Surian, Iman Ceme, mengungkapkan bahwa ajang kali ini membagi para peserta ke dalam empat kategori utama, yaitu kategori 10K Putra dan Putri, 17K Putra dan Putri, serta kategori Master Putra dan Putri.
- Antisipasi Karhutla Meluas, Laskar Gerindra Kuningan Terjun Padamkan Api di Lereng Ciremai
- Aksi Cepat Pasca-Kebakaran Cimerak, Bantuan Sembako Disalurkan Aleg Tina Wiryawati kepada Korban
- Cegah Kepunahan Seni Karuhun, GP Ansor Cigandamekar Gelar Festival Genjring Rudat di Momentum HSN 2026
- Geliatkan Sport Tourism, 180 Pelari dari Berbagai Daerah Jajal Keindahan Alam Kuningan di DTBL 3
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
“Total peserta yang berpartisipasi mencapai 180 orang. Mereka terbagi ke dalam empat kategori lomba, mulai dari kelas 10 kilometer hingga 17 kilometer untuk kategori umum dan master,” ujar Iman saat ditemui di lokasi kegiatan.Iman menjelaskan, rute lari dirancang secara khusus untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah.
Peserta diajak melintasi berbagai lanskap alam, mulai dari jalur aspal, bebatuan, tanah, hingga lintasan ekstrem dengan elevasi naik-turun (up and down hill).
“Untuk rute 10K, pelari start dari Talaga Surian, turun ke jalur Dano dengan panorama kawasan Darma, lalu melintasi Babakan Mulya, Dusun Dano, hingga finish melalui jalur Makadam. Sementara untuk kategori 17K, jalurnya lebih menantang melintasi Pondok Pinus, Cibunar, Tuk air, Cantigi, hingga Lempong Balong,” paparnya.
Antusiasme peserta pada DTBL 3 terbilang cukup tinggi. Tak hanya dari wilayah lokal seperti Kuningan, Cirebon, Majalengka, Ciamis, Tasikmalaya, dan Bandung, event ini juga menarik minat peserta dari Jawa Tengah hingga Sumatera.
“Peserta paling jauh ada yang datang dari Jambi. Selain itu ada dari Brebes, Bandung, dan kabupaten/kota tetangga di wilayah Ciayumajakuning,” kata Iman.
Dukungan penuh juga mengalir dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Acara pelepasan pelari (flag-off) dihadiri dan dilepas langsung oleh jajaran pemerintah daerah yang diwakili oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani.
Melalui konsistensi penyelenggaraan DTBL yang kini memasuki tahun ketiga, Iman berharap ajang lari lintas alam ini dapat terus berkembang menjadi event berskala lebih besar. Selain mempromosikan sport tourism, DTBL diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet lari lintas alam berbakat dari Kabupaten Kuningan dan sekitarnya.
“Harapan kami trail run di Kuningan bisa semakin besar. Event seperti ini menjadi wadah kompetisi sekaligus latihan bagi para atlet, sekaligus mendongkrak daya tarik wisata alam daerah,” katanya. (NARS)



