

KUNINGAN — Kekhawatiran akan makin tergerusnya seni tradisional khas karuhun di tengah arus modernisasi mendorong pemuda di Kabupaten Kuningan mengambil langkah nyata. Melalui momentum Perhelatan Hari Santri Nasional (HSN), Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Cigandamekar menggelar Festival Genjring Rudat sebagai wadah pelestarian sekaligus ajang membangkitkan kembali gairah kebudayaan lokal.


Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Aktivis PAC GP Ansor Cigandamekar, Solehudin Mahmud, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan festival ini dilandasi rasa keprihatinan atas minimnya perhatian dan fasilitas pendukung bagi para pelaku seni tradisional, baik dari dinas terkait maupun pemerintah setempat.
- Aksi Cepat Pasca-Kebakaran Cimerak, Bantuan Sembako Disalurkan Aleg Tina Wiryawati kepada Korban
- Cegah Kepunahan Seni Karuhun, GP Ansor Cigandamekar Gelar Festival Genjring Rudat di Momentum HSN 2026
- Geliatkan Sport Tourism, 180 Pelari dari Berbagai Daerah Jajal Keindahan Alam Kuningan di DTBL 3
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
- Kepengurusan PSSI Jabar 2026–2030 Resmi Dilantik, Apresiasi Thony Proton untuk Buky Wibawa Usung Kolaborasi Tiga Pilar
“Pada dasarnya kami merasa prihatin dengan kesenian ini karena hampir punah. Tidak tahu pasti apakah karena minimnya fasilitas dari dinas terkait maupun pemerintah setempat. Namun, di tingkat desa, alhamdulillah respon dan support masyarakat masih ada,” ujar Solehudin saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Solehudin menjelaskan, pelaksanaan festival tahun ini merupakan kali kedua digelar. Berbeda dengan tahun pertama yang hanya mencakup wilayah satu kecamatan, gelaran kali ini berhasil memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke delapan kecamatan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Kuningan.
Sebanyak enam grup dan paguyuban seni turut ambil bagian memeriahkan festival tersebut, termasuk partisipasi dari grup seni asal Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, yang dikenal konsisten menjaga tradisi Genjring Rudat setiap bulan Syawal.
“Tahun lalu kami buka lingkup satu kecamatan. Sekarang kita up ke luar kecamatan, khususnya di delapan kecamatan wilayah Dapil 2. Bahkan, partisipasi dari Desa Kaliaren sangat luar biasa karena tradisi ini terus mereka hidupkan,” jelas aktivis asal Desa Babakanjati tersebut.
Lebih lanjut, Solehudin menambahkan bahwa penunjukan dirinya sebagai ketua pelaksana merupakan amanah langsung dari Ketua MWC NU Cigandamekar untuk menyukseskan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.
Ke depan, pihaknya menargetkan skala penyelenggaraan yang jauh lebih luas pada pelaksanaan tahun ketiga mendatang, dengan merangkul seluruh grup seni Genjring Rudat yang ada di Kabupaten Kuningan.
“Harapan kami di tahun ketiga nanti festival ini bisa menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan. Semoga makin banyak pihak yang tergugah untuk bersama-sama melestarikan budaya karuhun ini agar tidak punah ditelan zaman,” harapnya. (NARS)



