

KUNINGAN – Keberadaan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang tidak tampak berkegiatan di daerah selama sepekan terakhir, akhirnya terjawab. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengonfirmasi bahwa pimpinannya sedang berada di Jakarta untuk melobi pemerintah pusat.
Langkah ini diambil untuk memperjuangkan anggaran tahun 2026 pasca adanya pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Kuningan.
- Ketimpangan Literasi versus Inklusi Keuangan Picu 40 Aduan Setiap Hari, OJK Cirebon Wanti-Wanti Bahaya Penyalahgunaan KTP
- Sambut HUT ke-62 Partai Golkar, Sejumlah Kader Gelar Ziarah, Ini Daftar Lokasi Makam yang Dikunjungi
- Antisipasi Peredaran Narkoba, Tim Gabungan Sasar Kos-kosan dan Hotel di Kuningan
- Polisi Ungkap Pembunuhan di Gunung Ciremai Kuningan, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
- Hari Ini, Sejumlah Desa di Kuningan Timur Dapat Giliran Pemadaman Listrik
Saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna DPRD, Kamis (30/10/2025), Wakil Bupati Tuti Andriani menjelaskan bahwa Bupati Dian sedang aktif mengunjungi berbagai kementerian dan lembaga.
”Pak Bupati sedang ke kementerian-kementerian dan lembaga,” ujar Tuti Andriani.
Penjelasan ini diperkuat oleh Pj. Sekretaris Daerah Kuningan, Wahyu Hidayah, yang turut mendampingi Wabup. Ia merinci bahwa kunjungan Bupati Dian ke Jakarta adalah dalam rangka mengusulkan program dan anggaran untuk tahun 2026.
Lobi anggaran ini menjadi krusial menyusul informasi adanya pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Kuningan yang angkanya diperkirakan mencapai Rp 111 Miliar. Upaya “jemput bola” ini dilakukan untuk memastikan program pembangunan di Kuningan tetap berjalan.
Dalam kesempatan itu, Wabup Tuti juga menepis isu miring yang mengaitkan ketidakhadiran bupati dengan ketidakharmonisan internal. Ia menegaskan bahwa kepergian Bupati murni untuk tugas dinas. “Bukan karena tidak harmonis,” tegasnya, seraya menunjukkan kehadirannya bersama Pj. Sekda sebagai bukti soliditas pemerintahan.


Penjelasan dari Wabup dan Pj. Sekda ini sejalan dengan pernyataan Bupati Dian Rachmat Yanuar sendiri melalui unggahan di media sosial resminya pada hari yang sama.
Dian mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran yang dihadapi Pemkab Kuningan bukanlah alasan untuk berhenti bergerak.”Saya mengunjungi pemerintah pusat untuk memperjuangkan berbagai program dan bantuan bagi Kabupaten Kuningan,” tulis Dian dalam unggahannya.
Ia pun menulis, langkah kecil yang terus ditempuhnya ini bertujuan agar pembangunan di Kuningan tidak berhenti, dan masyarakat tetap merasakan hasil nyata dari kerja bersama. (Nars)



