

KUNINGAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-528 Kuningan, suasana berbeda tampak di pintu masuk Desa Jagara, Kecamatan Darma. Warga setempat menyulap gerbang desa menjadi sebuah mahakarya instalasi bambu yang kental dengan nuansa tradisional khas Lembur Pakuan.
Mengusung konsep “Miniatur Lembur Pakuan”, ornamen ini tidak dikerjakan sembarangan. Selama dua hari penuh, warga lokal bergotong royong merangkai mahakarya tersebut dengan pendampingan langsung dari perancang eksterior asli Lembur Pakuan, Purwakarta—kediaman ikonik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
- Sempat Diisukan Keracunan, Belasan Santri Ponpes di Kuningan Ternyata Terserang Demam dan Flu Serentak
- Nostalgia di Tepi Sawah, Saung Buhun Sudimampir Tren Kudapan Jadul yang Kian Digandrungi
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kuningan, Golkar Beri Nilai Sempurna untuk Bupati Dian Rachmat Yanuar
- Tim EXPRESSO UNIKU Sabet Juara 1 Hackathon Bank Indonesia 2026 Lewat Inovasi AI “Crypto Sentinel”
- Duduk Satu Meja, Bupati Dian dan Ketua Golkar Kuningan Tepis Isu Keretakan
Instalasi ini memaksimalkan potensi sumber daya alam setempat dengan menjadikan bambu lokal sebagai material utama. Sentuhan tangan terampil warga dan desainer menyulap bambu-bambu tersebut menjadi beragam elemen estetik peninggalan karuhun.
Mulai dari caping (topi petani), kipas, nyiru (tampah), hingga pagar dan lampu tradisional, semuanya tersusun rapi membingkai jalan masuk desa.
Suasana magis khas Jawa Barat semakin terasa dengan penambahan janur kuning, deretan umbul-umbul, payung putih, serta balutan kain bercorak catur yang menjadi identitas visual kebudayaan Sunda.


Saat dikonfirmasi di lokasi gerbang, Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, mengungkapkan inisiatif menghadirkan miniatur Lembur Pakuan ini bukan sekadar mengejar nilai estetika perayaan semata. Gagasan tersebut diakuinya telah dikomunikasikan secara langsung dan mendapat restu dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Inspirasi miniatur Lembur Pakuan ini memang sudah kami bicarakan terlebih dahulu dengan Pak Gubernur KDM, dan alhamdulillah beliau memberikan restu penuh untuk direalisasikan di Desa Jagara,” ujar Umar.
Lebih lanjut, Umar menyebutkan filosofi di balik hiasan ini sejalan dengan visi pembangunan desa. Ia berharap visualisasi ini mampu memantik kembali semangat gotong royong warga.
“Kami ingin konsep yang menjunjung tinggi jargon ‘lembur diurus, kota ditata’ ini benar-benar meresap ke masyarakat. Harapannya, ini menjadi penyemangat agar warga semakin guyub dalam membangun desa dan berani memaksimalkan seluruh potensi lokal yang kita miliki,” tutupnya. (Nars)



