

KUNINGAN — Pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, membuktikan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada penyediaan nutrisi anak, melainkan juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan ekonomi warga lokal.
Melalui penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) portabel berstandar Badan Gizi Nasional (BGN) serta kolaborasi erat bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), operasional dapur gizi ini dipastikan berjalan aman, higienis, dan ramah lingkungan bagi wilayah sekitar.


Mitra SPPG Jagara Kuningan, Deki, menjelaskan bahwa IPAL yang terpasang di dapur gizi telah mengantongi standar resmi BGN dan lulus uji kelayakan dari tim Puskesmas setempat. Menurutnya, proteksi lingkungan menjadi prioritas utama sejak awal operasional.
- Jamin Higienitas MBG, SPPG Jagara Kuningan Terapkan IPAL Terintegrasi dan Gandeng BUMDes Olah Sampah
- Krisis Air Bersih Melanda Desa Pakembangan, Dian Rachmat Yanuar Janjikan Solusi Cepat Bersama PUTR dan PDAM
- Miniatur Lembur Pakuan KDM Hadir di Kuningan, Warga Jagara Sulap Gerbang Desa dengan Nuansa Tradisional
- Dramatis! Menang Adu Penalti Atas Sindangagung, Garawangi Segel Tiket 8 Besar Bupati Cup 2026
- Geliat Ekonomi Kreatif di Pesona Sunset Sore Taman Desa Jagara Kuningan
“Prinsipnya limbah dapur disaring terlebih dahulu melalui alat khusus. Saat air dialirkan ke saluran pembuangan akhir, kondisi air sudah 80 persen steril serta bebas dari gajih, minyak, maupun residu kotoran. Jadi tidak ada limbah yang mencemari selokan atau sungai di sekitarnya,” ujar Deki saat wawancara, Senin (10/8/2026).
Ia menyampaikan, kendati lokasi SPPG berada relatif jauh dari pemukiman padat penduduk, faktor keamanan lingkungan tetap diterapkan secara ketat. Bahkan, efektivitas IPAL tersebut telah ditinjau langsung oleh jajaran Satpol PP dan dinyatakan sangat layak serta aman digunakan.
“Kami sangat peduli terhadap lingkungan. Berawal dari pencegahan pencemaran, operasional dapat terus berjalan lancar tanpa merugikan masyarakat,” ujar Deki.


Sementara itu, Kepala SPPG Jagara Kuningan, Dandi Nainggolan, memaparkan teknis pengolahan limbah cair dari dapur menuju IPAL. Ia menyebutkan bahwa sistem ini mengombinasikan bak kontrol awal (SPAL) dengan IPAL portabel pabrikan modern.
“Air limbah melewati empat boks penyaringan awal (SPAL), lalu ditarik ke unit IPAL portabel yang memiliki tiga sekat filtrasi tambahan. Di dalam unit portabel ini terdapat obat/penjernih khusus, sehingga air yang keluar benar-benar bersih, jernih, dan tidak berbau,” jelas Dandi Nainggolan.
Dandi menambahkan bahwa standar ini diharapkan dapat diadaptasi oleh unit dapur gizi lain di Kabupaten Kuningan. Untuk menjaga performa alat, pihak SPPG menjalankan protokol perawatan berkala yang ketat.
“Secara prosedur berkala, perawatan IPAL dilakukan sebulan sekali. Namun di lapangan, petugas keamanan kami berdayakan untuk pembersihan rutin 3 hari sekali atau seminggu sekali menyesuaikan beban dapur,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada pengolahan limbah cair, SPPG Jagara juga memegang teguh petunjuk teknis (Juknis) BGN terkait pemberdayaan masyarakat sekitar. Seluruh rantai pasok bahan baku makanan hingga penanganan sampah padat, imbuhnya, melibatkan potensi lokal, seperti pada penyediaan bahan pangan, yang bekerja sama dengan BUMDes Desa Darma untuk suplai beras dan sayur-mayur segar.
Kemudian terkait pelaku usaha lokal, pihaknya memprioritaskan UMKM serta pedagang terdekat untuk kebutuhan dapur lainnya.Juga untuk pengolahan sampah padat, sampah organik (sisa sayur dan dapur) ditangani oleh BUMDes Jagara.
Sampah dipilah dan dijemput berkala untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.Deki juga menggarisbawahi pentingnya menjaga mutu bahan pakan. Pihak SPPG bersama tim ahli gizi menerapkan quality control yang ketat terhadap mitra penyedia bahan makanan.
“Kami menerapkan kesepakatan tegas dengan penyedia bahan. Jika ada bahan pangan yang kurang segar atau tidak layak konsumsi, wajib diretur dalam waktu 24 jam untuk diganti yang baru. Ini demi memastikan makanan yang sampai ke anak-anak selalu dalam kondisi terbaik,” kata Deki.
Komitmen tinggi terhadap kelayakan lingkungan, higienitas, dan kualitas masakan ini berbuah manis. Dandi dan Deki menyampaikan bahwa anak-anak sekolah selaku Data Penerima Manfaat (DPM) menyambut antusias setiap sajian menu harian dari SPPG Jagara.
“Alhamdulillah, anak-anak dan sekolah penerima manfaat sangat menyukai menu-menu yang diracik oleh tim SPPG kami. Kami akan terus menjaga konsistensi ini,” sebut Deki. (Nars)



