

KUNINGAN – Universitas Kuningan terus memacu standar mutu akademik dan akreditasi berkelas internasional melalui langkah strategis memperkuat kolaborasi bersama Universiti Utara Malaysia. Upaya tersebut diwujudkan lewat agenda benchmarking sistem penjaminan mutu perguruan tinggi yang digelar secara terpadu pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Krisis Air Bersih di Karangkancana Kuningan, Kodim Kuningan Serbu Pasok 4.500 Liter
- Pacu Standar Internasional, Universitas Kuningan Gandeng Kampus Malaysia Perkuat Mutu Akademik
- Anggaran Agenda Hari Jadi Kuningan non- APBD, “Tapi Boong” ?
- Digandrungi Emak-emak Kadugede Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga
- Kunjungi Blok Bangong, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Janji Terjunkan Alat Berat Normalisasi Sungai
Pertemuan lintas negara yang diinisiasi Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Kuningan ini berlangsung secara hybrid. Delegasi utama hadir langsung di Malaysia, sementara sekitar 40 pengelola Gugus Penjaminan Mutu dan Gugus Kendali Mutu mengikuti forum pendalaman teknis secara daring bersama tim Pusat Pengurusan Kualiti dan Akreditasi Universiti Utara Malaysia.
Timbalan Pengarah Pusat Pengurusan Kualiti dan Akreditasi Universiti Utara Malaysia, Prof Madya Dr Ku Maisurah binti Ku Bahador, menyampaikan, agenda ini merupakan proses pembelajaran dua arah yang setara.
Menurutnya, pihak kampus Malaysia juga menyerap berbagai gagasan serta praktik tata kelola baru dari Universitas Kuningan untuk memperkaya sistem mutu mereka.
Sementara, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Kuningan, Fahmi Yusuf, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan mitra luar negeri tersebut dalam membedah tata kelola akreditasi dan evaluasi akademik. ” Pemahaman standar global yang diperoleh menjadi modal penting dalam mengoptimalkan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan kampus,” kata Fahmi.
Di tempat sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Kuningan, Dr Toto Supartono, mendorong agar kolaborasi ini tidak berhenti pada pertukaran wawasan awal. ” Kami menargetkan kemitraan dengan kampus negeri asal Malaysia itu berlanjut ke program kerja sama yang lebih aplikatif demi mendongkrak kualitas pembelajaran mahasiswa,” sebutnya.
Diskusi teknis antara kedua institusi berfokus pada penguatan kurikulum berbasis akreditasi, audit mutu internal, hingga strategi adaptasi kurikulum perguruan tinggi. Keterlibatan aktif para pengawal mutu hingga tingkat program studi diharapkan mempercepat pemerataan standar layanan pendidikan tinggi di daerah.
Inisiatif benchmarking internasional ini menunjukkan komitmen Universitas Kuningan untuk mencetak lulusan berdaya saing global melalui penguatan budaya mutu yang terukur. Kolaborasi berkesinambungan lintas batas negara diharapkan terus memperkokoh reputasi akademik kampus di tingkat regional maupun nasional. (Nars)



