

KUNINGAN – Krisis air bersih yang melanda puluhan keluarga di Blok Bandung, Dusun Sukaasih, Desa Cihanjaro, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, akhirnya mendapat penanganan cepat.
Pasokan sebanyak 4.500 liter air bersih disalurkan langsung ke permukiman warga pada Senin (24/8/2026) siang guna memenuhi kebutuhan pokok harian masyarakat yang terdampak kekeringan.
- Nekat Belok Mendadak, Kecelakaan Beruntun 4 Motor di Kuningan Renggut Satu Korban Jiwa
- Krisis Air Bersih di Karangkancana Kuningan, Kodim Kuningan Serbu Pasok 4.500 Liter
- Pacu Standar Internasional, Universitas Kuningan Gandeng Kampus Malaysia Perkuat Mutu Akademik
- Anggaran Agenda Hari Jadi Kuningan non- APBD, “Tapi Boong” ?
- Digandrungi Emak-emak Kadugede Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga
Penyaluran pasokan air bersih tersebut dilakukan jajaran Kodim 0615/Kuningan dengan mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran milik Kodim yang berkapasitas besar. Sedikitnya 50 kepala keluarga di lingkungan RT 010 RW 003 menyambut antusias distribusi air ini untuk mengisi berbagai wadah penampungan milik mereka yang sempat kosong.
Aksi tanggap darurat di lapangan ini dipimpin langsung oleh pejabat sementara Kasdim 0615/Kuningan Mayor Infanteri Syaifudin bersama Danramil 1505/Ciwaru Kapten Infanteri Kantir beserta jajaran. Upaya jemput bola ini ditujukan untuk memastikan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di kawasan pelosok terlayani secara merata.
Kepala Desa Cihanjaro Masdudi Hartono bersama Kepala Dusun Sukaasih Samar Mardian dan tokoh masyarakat Dasja turut mendampingi langsung proses pembagian air di lokasi. Pihak pemerintah desa mengapresiasi kolaborasi teritorial ini karena langsung menjawab persoalan mendesak yang dihadapi warganya selama beberapa waktu terakhir.
” Alhamdulillah jegiatan penyaluran bantuan yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh muatan tangki terdistribusikan,” terang Mayor Infanteri Syaifudin di lokasi.
Pasokan air ini memberi kelegaan bagi warga setempat yang sebelumnya harus mencari sumber air alternatif yang cukup jauh demi kebutuhan konsumsi dan sanitasi rumah tangga. (Nars)



