

KUNINGAN – Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan Ciwaru bersama dinas terkait melakukan investigasi mendalam terhadap dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sumberjaya menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa di SMPN 2 Ciwaru dan SDN Lebakherang, Kabupaten Kuningan, Senin (14/9/2026).
Pemerintah Kecamatan Ciwaru menjelaskan, penelusuran difokuskan pada alur pengolahan makanan serta rantai pasokan bahan baku guna memastikan penyebab pasti terjadinya gangguan kesehatan massal tersebut.
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
- Hj Tina Wiryawati Ubah Wajah Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Bersiap Sambut Kawasan Wisata
- Sinergi Tina Wiryawati dan Budayawan Kuningan: Cegah Generasi Muda Lupa Akar Budaya Melalui Padepokan Seni Silat
Camat Ciwaru, Rusmiadi, menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah penyebab keracunan berasal dari proses pengolahan makanan atau kualitas bahan baku yang diterima oleh pihak dapur pengolah.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya karena masih menunggu hasil observasi resmi dan uji laboratorium dari dinas kesehatan. Sampel makanan dari Dapur Sumberjaya sudah diambil untuk diuji,” kata Camat Ciwaru, Rusmiadi, Senin (14/9).
Rusmiadi menjelaskan, Dapur MBG Sumberjaya memiliki kapasitas produksi mencapai 2.951 porsi per hari, di mana SMPN 2 Ciwaru menerima alokasi sebanyak 302 porsi.
Berdasarkan penjelasan awal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bahan baku seperti daging ayam dan sayuran tiba di dapur pada sore hari menjelang Magrib, lalu mulai dimasak pada pukul 01.00 WIB dini hari sebelum dikemas pada pagi hari.
“Secara berkala dan rutin tiap bulan, Satgas Kecamatan sebenarnya selalu melakukan evaluasi dan sidak ke dapur pengolah. Kami perlu memastikan apakah ada masalah pada kualitas bahan baku saat diterima atau pada proses pengemasannya,” tutur Rusmiadi.
Sebagai langkah tanggap darurat, pihak Kecamatan Ciwaru telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Satgas P3MBG.
Selain itu, Camat juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan kepala desa di wilayah Ciwaru untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika ditemukan kasus serupa di wilayah masing-masing. (NARS)



