

KUNINGAN — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., mengajak para pelajar di Kabupaten Kuningan menjadi pelopor gerakan bela negara di lingkungan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam agenda “Ngabela Nagara” Batch 24 yang diselenggarakan Bakesbangpol Jawa Barat di Wisma Permata, Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Selasa (15/9/2026).
- Hj Tina Wiryawati Ajak Pelajar Kuningan jadi Pelopor Gerakan Bela Negara di Lingkungannya
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
- Hj Tina Wiryawati Ubah Wajah Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Bersiap Sambut Kawasan Wisata
Kegiatan bertema “Membangun Karakter Bela Negara Bagi Generasi Muda Jawa Barat” ini diikuti ratusan siswa SMK se-Kabupaten Kuningan. Turut hadir Sekretaris Bakesbangpol Jawa Barat, Rumondang Rumapea, S.A.P., serta Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Kuningan, MH Khadafi Mufti.
Dalam pemaparannya, Tina menegaskan pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Menurutnya, potensi degradasi rasa cinta tanah air harus diantisipasi dengan tindakan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.”Bela negara bagi pelajar tidak selalu identik dengan perang atau kegiatan militer. Salah satu bentuk sederhananya adalah melalui kepedulian dan cinta terhadap lingkungan sekitar,” ujar Tina.
Sebagai aksi konkret, acara tersebut juga diwarnai dengan pembagian bibit pohon kepada para peserta untuk mendukung gerakan “Leuweung Hejo” yang digagas oleh Bakesbangpol Jawa Barat. Tina mendorong para siswa untuk aktif menanam dan menjaga kelestarian alam di daerahnya masing-masing.
Di sisi lain, Politisi Perempuan Jawa Barat ini mewanti-wanti para siswa agar membentengi diri dari pergaulan negatif. Ia secara khusus menyoroti maraknya aksi geng motor dan kebiasaan memodifikasi knalpot sepeda motor menjadi knalpot brong yang kerap mengganggu ketertiban umum.
“Jangan sampai adik-adik pelajar di Kuningan terlibat dalam komunitas atau geng motor yang tidak ada kegiatan positifnya. Penggunaan knalpot brong juga sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa setiap tindakan melanggar hukum yang merugikan masyarakat memiliki konsekuensi sanksi tegas. Oleh karena itu, para pelajar diharapkan mampu menjaga integritas, mematuhi aturan hukum, serta menjadi teladan positif bagi rekan sebayanya. (Nars)



