

KUNINGAN – Bertempat di Aula Gedung Serba Guna Mashud Wisnusaputra Kodim 0615/Kuningan, ratusan warga berkumpul untuk memanfaatkan layanan pengobatan dan khitanan massal gratis yang digelar menyambut HUT ke-81 TNI, pada Sabtu (19/9/2026).
Sejak pukul 10.00 WIB, warga sudah memadati lokasi. Tercatat sebanyak 150 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Sementara itu, di area khitanan, puluhan anak tampak antre dengan raut wajah campur aduk—ada yang tegang, namun banyak juga yang antusias.
- Ratusan Warga Padati Kodim Kuningan, Berobat dan Khitanan Gratis di HUT ke-81 TNI
- Dari Jet Shooter Antisipasi Karhutla hingga Trash Barrier, Tina Wiryawati Berdayakan Laskar Gerindra Bantu Warga
- Bikin Merinding! King Kobra 3,5 Meter Sembunyi di Bawah Lemari Pesantren, Damkar Kuningan Lakukan Evakuasi Menegangkan
- Semarak 2nd Anniversary di Grand Cordela, Proton FC Kuningan Resmi Tatap Pro Futsal League 2026-2027
- Kurang dari 24 Jam, Polisi Bekuk Sopir Angkot Pelaku Tabrak Lari Lansia di Kuningan
Komandan Kodim (Dandim) 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung turun langsung ke lokasi untuk menenangkan dan menyemangati anak-anak yang akan dikhitan. Pendekatan yang dilakukan jauh dari kesan kaku.
“Untuk anak-anakku yang hebat dan berani, jangan takut. Prosesnya dibantu dokter-dokter yang sangat profesional. Jadikan momen ini penyemangat kalian untuk makin rajin belajar dan berbakti kepada orang tua,” tutur Letkol Hafda di sela-sela acara.
Ia mengatakan, kegiatan ini adalah cara TNI merayakan hari jadinya dengan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.Pelayanan maksimal dalam bakti sosial ini terwujud berkat kolaborasi Kodim 0615/Kuningan dengan tenaga medis gabungan.
Tim yang bertugas melibatkan dr. Asikin, M.K.M dari RSUD 45 Kuningan, dr. Angga Permana dari Puskesmas Sindangagung, serta dr. Regan dan Serka Jamudin dari Poskes TNI.Sikap profesional dan kehati-hatian tim medis terlihat jelas dari proses skrining khitanan. Dari 50 anak yang terdaftar, tim medis berhasil menindak 43 anak.
Menariknya, panitia tidak memaksakan target angka. Sebanyak 7 anak diputuskan untuk ditunda proses khitannya demi keselamatan pasien karena temuan medis spesifik.
Ketujuh anak tersebut memerlukan penanganan lanjutan karena memiliki riwayat kejang (2 orang), hipospadia (3 orang), dan kondisi micropenis (2 orang).
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan warga. Kerja sama dengan tim medis dan jajaran Koramil membuat acara ini berjalan aman dan lancar,” tambah Dandim yang didampingi oleh Pgs. Kasdim Mayor Inf Syaefudin beserta jajaran Perwira Staf.
Meski berlangsung hangat dan merakyat, acara ini tetap terintegrasi dengan agenda nasional. Selama kegiatan berlangsung hingga pukul 11.00 WIB, pelaksanaannya dipantau langsung secara virtual oleh Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD, Letjen TNI Iwan Setiawan, mengingat aksi serupa digelar serentak oleh jajaran TNI di seluruh Indonesia. (NARS)



