
KUNINGAN — Seekor ular sangat berbisa jenis King Kobra dengan ukuran raksasa sepanjang 3,5 meter, ditemukan menyusup masuk dan bersembunyi di bawah lemari salah satu ruangan di Pondok Pesantren Ar Rahman Kuta Karang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (19/9/2026) sore.
Kehadiran reptil mematikan di permukiman Dusun Pahing, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru ini pertama kali disadari oleh Ibu Sutinah. Kaget dan ketakutan melihat ukuran ular yang tidak wajar, ia segera melapor kepada warga bernama Diana Sandi.
- PHRI Dorong Kepastian Hukum Aset Pemda Kuningan demi Tarik Investor
- Tekan Angka Kriminalitas Jelang Nataru, Pemkab dan Polres Kuningan Musnahkan Ribuan Botol Miras Tanpa Pandang Bulu
- BPBD Kuningan Imbau Warga Waspadai Fenomena Hujan Es Akibat Awan Cumulonimbus
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Dua Kecamatan di Kuningan, BPBD Lakukan Asesmen Dampak
- 8 Wartawan Balon Ketua Mengemuka Jelang Akhir Masa Jabatan PWI Kuningan, Siapa Saja?
Menyadari ancaman mematikan yang mengintai para penghuni pesantren pimpinan Ustaz Abdurohman tersebut, Diana langsung menghubungi UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta pertolongan darurat.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, membenarkan adanya laporan evakuasi yang menegangkan tersebut. Pihaknya menerima panggilan pada pukul 15.10 WIB dan langsung menerjunkan tim spesialis penanganan hewan liar.
“Mendapat laporan tersebut, kami langsung memberangkatkan empat anggota piket dari Regu 2 ke lokasi. Evakuasi ini bukan operasi biasa dan harus dilakukan dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Yang kita hadapi adalah King Kobra berukuran 3,5 meter, spesies dengan salah satu bisa paling mematikan,” ungkap Andri Arga Kusumah, Ahad (20/9).
Proses penaklukan sang “Raja Kobra” berlangsung dramatis. Setibanya di lokasi pada pukul 16.40 WIB, tim Damkar harus memutar otak dan berhati-hati menarik ular tersebut dari kolong lemari yang sempit. Perlawanan dari ular yang agresif menjadi hambatan utama bagi petugas.
Menurut Andri, ular raksasa tersebut kemungkinan besar keluar dari habitat aslinya untuk mencari makan atau tempat berlindung.
“Berdasarkan analisa di lapangan, ular tersebut diduga kuat berasal dari kebun yang berada tepat di belakang area pondok pesantren,” jelasnya.
Berkat keahlian dan peralatan yang memadai, ketegangan yang menyelimuti pesantren akhirnya mereda. Pada pukul 17.20 WIB, King Kobra tersebut berhasil ditangkap, diikat perlahan, dan dievakuasi ke dalam karung pengaman tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Andri Arga Kusumah memberikan apresiasi kepada warga yang tidak mengambil tindakan sendiri dan lebih memilih melaporkannya kepada ahlinya. Ia juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat Kuningan.
“Apabila tidak segera dievakuasi atau jika warga nekat menangani sendiri, ini akan sangat membahayakan nyawa. Kami mengimbau masyarakat untuk langsung menghubungi Damkar jika menemukan hewan berbisa atau kejadian darurat lainnya,” imbaunya. (Nars)
