
KHAZANAH — Suasana khotbah Jumat di Masjid Nabawi pada masa Rasulullah menyimpan sebuah kisah emosional yang sarat makna bagi umat Islam lintas generasi.
Di hadapan para sahabat terdekat seperti Abu Bakar Siddiq dan Umar bin Khattab, Nabi Muhammad SAW pernah mengungkapkan kerinduan mendalam kepada saudara-saudaranya—bukan kepada para sahabat yang saat itu duduk membersamainya, melainkan kepada umat akhir zaman yang tidak pernah sezaman dan belum pernah melihat wajah beliau secara langsung.
- Mengenang Kerinduan Nabi Muhammad SAW kepada Umat Akhir Zaman
- Tekan Pengangguran lewat Program Poliran, Polres Kuningan Gandeng Disnakertrans Buka Akses Kerja
- DPC PKB Kuningan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Desa Mekarsari
- Aplikasi “Caruban” Gekrafs Cirebon Pikat Menteri Ekraf, Siap Go Nasional
- PHRI Dorong Kepastian Hukum Aset Pemda Kuningan demi Tarik Investor
Berdasarkan riwayat yang disampaikan, para sahabat sempat merasa heran dan bertanya-tanya mengenai siapa sosok yang dimaksud oleh Rasulullah sebagai “saudara-saudara” yang dirindukan tersebut, mengingat mereka sendiri adalah sahabat yang selalu mendampingi beliau.
Rasulullah SAW kemudian menjelaskan bahwa saudara-saudara yang dirindukan adalah mereka yang hidup di masa-masa setelah beliau—bisa berabad-abad atau ribuan tahun kemudian—namun tetap merawat keimanan di dalam hati, senantiasa berselawat, serta teguh menghidupkan sunnah-sunnah beliau.
Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bertemu denganmu, tidak pernah hidup bersamamu, tidak pernah melihat turunnya wahyu… tapi mereka penuh dengan keimanan di dalam hatinya, merindukan pertemuan denganmu, banyak bersholawat kepada Nabi, dan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah.
Keimanan tidak bisa dipisahkan dari amal saleh. Merujuk pada Al-Qur’an Surah Yunus ayat 9, ditegaskan bahwa keimanan yang dibarengi dengan amal perbuatan baik akan menuntun hamba Allah mendapatkan hidayah serta janji berupa surga Jannatun Na’im.
Meskipun terhalang jarak waktu yang sangat jauh dari masa kenabian, umat Islam diimbau untuk terus menjaga semangat beragama, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang abadi. (NARS)
