KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. kembali menegaskan makna jabatan sebagai sebuah amanah, bukan kemewahan, dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi sejumlah pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Wisata Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Jumat (13/6/2025).
Dalam amanahnya, Bupati berbicara dari hati, mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk tidak sekadar menempati posisi, tetapi benar-benar hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kuningan.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
“Hidup bukan tentang fasilitas, bukan sekadar kenyamanan, tetapi tentang memberi kemanfaatan. Jabatan juga bukan kemewahan, melainkan amanah yang harus ditunaikan,” tegas Bupati di hadapan para peserta pelantikan.
Ia menyinggung langsung persoalan-persoalan utama daerah, seperti pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya daya serap angkatan kerja. Menurutnya, tantangan itu bukan hanya tugas satu dua dinas, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh struktur pemerintahan.
“Saya dan Wakil Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Ini perjuangan kita bersama. Mari kita mulai dari sekarang. Mumpung masih punya kewenangan, mari kita gunakan sebaik mungkin untuk berbuat, bukan hanya duduk di balik meja,” ujarnya.
Bupati Dian juga menekankan bahwa pejabat tinggi pratama bukan sekadar pengelola organisasi, tetapi harus menjadi pemimpin perubahan. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk menjadi jantung dan denyut nadi gerak pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dalam arahannya, Bupati juga menyinggung pentingnya kerja lintas sektor dan kolaborasi antar-SKPD. Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam menangani persoalan daerah.“Kemiskinan bukan hanya urusan Dinas Sosial, dan sampah bukan hanya urusan Dinas Lingkungan Hidup. Semua ini tanggung jawab kita bersama. Jangan ada egoisme,” katanya dengan nada serius.
Pelantikan dan mutasi, lanjut Bupati, adalah bagian dari dinamika pemerintahan dan bentuk penyegaran organisasi. Ia menyadari mungkin ada penempatan yang tidak sesuai dengan harapan sebagian pihak, namun menekankan bahwa ASN sejati harus siap ditempatkan di mana saja.
“ASN sejati tidak bertanya di mana saya ditempatkan, tetapi membuktikan apa yang bisa ia lakukan, kapan pun dan di mana pun,” tandasnya.
Di akhir arahannya, Bupati berharap rotasi dan pelantikan ini menjadi awal dari langkah konkret dalam mewujudkan perubahan nyata bagi Kabupaten Kuningan. Ia ingin agar semua pejabat yang dilantik tidak hanya menempati jabatan secara administratif, tetapi benar-benar menghadirkan solusi dan aksi di tengah masyarakat. (NARS)























