KUNINGAN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karya Mukti Sejahtera Desa Walaharcageur, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, menggelar pelatihan kewirausahaan dengan fokus pada pembuatan sabun. Acara yang bertempat di halaman PAUD setempat pada Kamis (28/8/2025) ini diikuti secara antusias oleh puluhan ibu-ibu desa.


Direktur BUMDES, Ovi Nofriyanto, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, serta pelatih Izzi Niti Wanci.
- Fraksi Persatuan Demokrat Tanggapi WTP BPK: Laksana “Water Treatment Plan”
- Pasca Kuningan Raih WTP dari BPK, Fraksi Gerindra Dorong Pembenahan Tata Kelola Keuangan
- WTP Kuningan, Fraksi Golkar Puji Kinerja Apik Pemkab: Setahun Kerja Positif Kabinet Dian – Tuti
- Juara Grup BB! Tahan Imbang Unaaha FC, Pesik Kuningan Segel Tiket Perempat Final Liga 4 Piala Presiden
- “Hidden Gem” Kuliner Kuningan: Bersembunyi dari Keramaian, Kuah Khas Baso Aci Ambu Bayuning Bikin Ketagihan!
“Kami berharap pelatihan ini bisa membantu kaum ibu untuk berkreasi dalam membuat produk kebutuhan rumah tangga, bahkan ke depannya dapat menjadi produk yang bernilai ekonomi untuk membantu pemberdayaan keluarga,” ujar Ovi.
Pelatihan pembuatan sabun mandi dan sabun cuci piring ini langsung dipraktikkan, membuat para peserta terlihat penuh semangat. Salah satu peserta, Ilah, mengungkapkan rasa senangnya.


“Pelatihannya sangat mudah diikuti dan bahan-bahannya juga gampang didapat. Ini sangat bermanfaat, kami jadi punya keahlian baru yang bisa menghemat pengeluaran rumah tangga,” tuturnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi pembekalan khusus bagi para pelaku UMKM. Mentor dari UPTD PLUT Diskopdagperin, Sang Adipati Suganda, membagikan sejumlah tips jitu agar produk bisa bersaing di pasaran. Ia menekankan pentingnya menciptakan produk yang berkualitas, dengan merek yang menarik, dan kemasan yang memiliki ciri khas.


“Produk harus punya label dan kemasan yang unik, serta mencantumkan informasi penting. Selain itu, harga harus kompetitif dan promosi harus kreatif melalui berbagai platform media sosial,” jelas Sang Adipati, seraya menambahkan bahwa testimoni dari pembeli juga menjadi faktor penting untuk menarik pelanggan baru.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme warga, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan bekal keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan ibu-ibu Desa Walaharcageur. (Nars)













