

KUNINGAN – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu (12/8/2026), menjadi pengingat akan masalah fundamental yang tengah mengancam fasilitas tersebut.
TPSA seluas 5,5 hektar yang menampung volume sampah harian hingga 260 ton ini diprediksi akan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2027 mendatang.
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
- Bupati Kuningan Minta Tindak Tegas Pelaku Jika Kebakaran TPSA Ciniru Terbukti Disengaja
- Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hebat di TPSA Ciniru Kuningan
- Sah! PWI Pusat Tetapkan Dua Kandidat Bertarung Rebut Kursi Ketua PWI Jabar 2026-2031
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, di tengah upaya penanganan darurat kebakaran, secara khusus menyoroti persoalan kapasitas ini. Sebagai langkah antisipatif untuk mengatasi ancaman beban berlebih, Pemerintah Kabupaten Kuningan saat ini tengah gencar melobi Kementerian Dalam Negeri untuk mentransformasi TPSA Ciniru menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu.
Dian menjelaskan bahwa progres rencana strategis tersebut mulai menunjukkan sinyal positif. Belum lama ini, imbuhnya, salah satu direktur dan pejabat pembuat komitmen proyek pinjaman dari luar negeri telah turun langsung melakukan survei ke lapangan.
Ia berharap, jika tidak ada hambatan yang berarti, proses penataan fasilitas terpadu ini sudah bisa dimulai pada akhir tahun depan.
Proyek transformasi jangka panjang tersebut diproyeksikan akan menarik kucuran dana bertahap dengan nilai mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Sebagai langkah awal sekaligus syarat kelayakan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, jalan akses menuju lokasi pembuangan sampah akan segera dicor beton pada tahun ini guna memastikan kelancaran mobilitas armada truk pengangkut.
Sementara itu, terkait insiden kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada pukul 05.00 WIB, tim gabungan masih terus berjibaku memadamkan api yang melahap ribuan ton tumpukan sampah.
Kepulan asap abu-abu pekat yang membumbung tinggi akibat material yang mudah terbakar ini bahkan dilaporkan telah tertiup angin hingga menjangkau kawasan Jalan Lingkar Timur Kuningan.
Untuk menjinakkan kobaran api, sebanyak empat unit kendaraan penyemprot air serta armada penyuplai air telah dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak 20 personel Damkar dan 12 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan bersiaga penuh, dibantu oleh pasukan dari Yonif TP 839/Satria Abyakta, Kodim 0615/Kuningan, dan jajaran Polres Kuningan yang turut mengamankan arus lalu lintas demi kelancaran operasional pemadaman.
Penyebab pasti awal mula munculnya titik api di area tersebut hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. (Nars)



