

KUNINGAN — Tantangan zaman dan pergeseran demografi pemilih menuntut kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk bekerja ekstra keras. Pesan tegas ini disuarakan oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, yang meminta seluruh kader turun tangan dan tidak membiarkan pesona partai berlambang Ka’bah ini meredup.
Seruan kebangkitan tersebut menggema dalam agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Kabupaten Kuningan tahun 2026 yang digelar di Bale Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Ahad (27/9/2026).
- Uu Ruzhanul Ulum Bangkitkan Militansi Kader PPP Kuningan: “Jangan Biarkan Partai Ini Meredup!”
- Hadiri Musancab PPP Kuningan, Arief Maoshul Tekankan Kerja Keras Kader untuk Rebut Kembali Kejayaan
- Bidik Pemilih Lintas Generasi, PPP Kuningan Bangkitkan Kembali Basis Pesantren di Musancab 2026
- Dorong Akselerasi Sektor Kreatif Lokal, DPC GEKRAFS Kota Cirebon Resmi Dikukuhkan
- Sempat Diisukan Keracunan, Belasan Santri Ponpes di Kuningan Ternyata Terserang Demam dan Flu Serentak
Di hadapan ratusan kader, Uu mengingatkan bahwa masa depan kebesaran partai sepenuhnya bergantung pada militansi mereka di lapangan.“Hari ini kita tidak bisa menutup mata bahwa PPP sudah mulai redup di kalangan generasi muda. Tugas kita semua, para kader, jangan biarkan partai ini semakin meredup! Kita harus populerkan lagi partai ke kalangan anak muda. Berdayakan sayap-sayap partai yang diisi oleh kader-kader muda,” tegas Uu memberikan instruksi.
Uu memaparkan, untuk membalikkan keadaan dan memenangkan pemilihan, kader PPP harus mengamankan tiga kunci utama. Selain mendongkrak popularitas di kalangan pemilih pemula, kader dituntut untuk membangun jaringan yang solid.
Untuk mewujudkan jaringan yang kuat, Uu mewanti-wanti agar forum konsolidasi seperti Musancab tidak dijadikan ajang untuk saling menyingkirkan. Ia meminta para pimpinan partai bersikap bijaksana.
“Jangan ada marjinalisasi. Jangan ada pengurus yang diganti hanya karena dianggap tidak ada dukungan. Spirit dan motivasi kita harus sama, yakni ingin membesarkan partai. Kita harus bangkit, dari yang tadinya duduk dan tidur, kini harus berdiri tegak!” serunya yang disambut riuh semangat peserta Musancab.
Kunci terakhir yang tak kalah penting, lanjut Uu, adalah soliditas. Ia mengingatkan seluruh organ kepengurusan harus bersatu padu layaknya kal jasadul wahid (bagaikan satu tubuh). Kader PPP dilarang keras tercerai-berai, melainkan harus saling mengisi dalam satu tarikan napas perjuangan.
Menutup arahannya, Uu meminta para kader PPP Kabupaten Kuningan untuk keluar dari zona nyaman. Kader diminta tidak hanya aktif di internal, tetapi harus selalu tampil di tengah masyarakat dalam setiap momen dan kesempatan yang baik.
“Kader PPP harus berani ikut dalam setiap kontestasi mulai dari tingkat paling bawah. Milikilah rekam jejak dan penampilan yang baik, karena sikap kalianlah yang mencerminkan kebesaran PPP di mata masyarakat,” sebut mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.
Turut hadir merapatkan barisan dalam acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Arief Maoshul Affandi, Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan Ali Akbar, seluruh jajaran kepengurusan DPC, serta delegasi PAC dan Ranting se-Kabupaten Kuningan yang siap mengawal instruksi kebangkitan tersebut di akar rumput. (NARS)



