

KUNINGAN — Menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan mulai mempertajam strategi elektoralnya. Melalui forum Musyawarah Anak Cabang (Musancab) 2026 di Bale Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, partai berlambang Kakbah ini menegaskan komitmennya untuk menjadi partai yang relevan dan dicintai oleh pemilih lintas generasi.
- Uu Ruzhanul Ulum Bangkitkan Militansi Kader PPP Kuningan: “Jangan Biarkan Partai Ini Meredup!”
- Hadiri Musancab PPP Kuningan, Arief Maoshul Tekankan Kerja Keras Kader untuk Rebut Kembali Kejayaan
- Bidik Pemilih Lintas Generasi, PPP Kuningan Bangkitkan Kembali Basis Pesantren di Musancab 2026
- Dorong Akselerasi Sektor Kreatif Lokal, DPC GEKRAFS Kota Cirebon Resmi Dikukuhkan
- Sempat Diisukan Keracunan, Belasan Santri Ponpes di Kuningan Ternyata Terserang Demam dan Flu Serentak
Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar, mengungkapkan bahwa kunci untuk menjaga eksistensi partai ke depan adalah dengan berani menunjukkan identitas partai sembari merangkul kembali akar kulturalnya. Ia mendorong partai untuk turun ke bawah dan menguatkan kembali basis massa dari rahim santri serta pondok pesantren.
“Kuningan merindukan kehadiran sosok tokoh dari tingkat DPW Jawa Barat untuk bersama-sama melangkah, membesarkan partai langsung dari bawah. Akar kekuatan kita ada di sana, di lingkungan santri dan pesantren,” ungkap Ali Akbar di hadapan ratusan peserta Musancab.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari struktural partai. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran langsung Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arief Maoshul Affandi. Selain itu, tingkat kehadiran pengurus daerah, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting se-Kabupaten Kuningan mencapai angka 90 persen.
Bagi Ali, antusiasme dan kehadiran para tokoh provinsi tersebut adalah modal sosial yang besar. “Ini bukan sekadar kehadiran biasa, melainkan bukti nyata perhatian pada kader di bawah.
Tingkat kehadiran pengurus yang mencapai 90 persen ini adalah penyemangat bahwa kita berada dalam satu barisan untuk membawa PPP kembali berjaya dan memiliki wakil di Senayan,” tegasnya.
Lebih jauh, Ali Akbar menyoroti pentingnya rasa bangga terhadap identitas partai di era modern. Ia membandingkan kemudahan berdemokrasi saat ini dengan perjuangan berat para kiai pendiri partai di masa lalu. Ia mengingatkan bahwa lambang Kakbah yang diusung PPP bukanlah sekadar logo, melainkan hasil dari kekuatan spiritual para pendiri.
“Dulu, para kiai dan tokoh kita sangat tidak mudah saat mengkampanyekan PPP di tengah masyarakat. Tantangan kita hari ini berbeda. Hari ini, kita harus berani secara terbuka menunjukkan bahwa kita punya identitas sebagai kader PPP. Kita harus bangga,” papar Ali.
Melalui Musancab ini, Ali Akbar berharap seluruh kader dari berbagai tingkatan dapat menyatukan frekuensi dan cara pandang. Dengan mengawinkan kebanggaan identitas masa lalu dan pendekatan lintas generasi saat ini, PPP Kuningan optimis dapat meraih simpati publik secara maksimal ke depannya. (NARS)



