

KUNINGAN — Di tengah maraknya kafe kekinian bertema modern, tren kuliner berkonsep nostalgia justru mencuri perhatian. Menikmati kudapan jadul di tepi sawah kini bertransformasi dari sekadar nostalgia menjadi gaya hidup rekreasi baru yang banyak diburu. Fenomena ini terekam jelas di Saung Buhun Sudimampir, Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
- Nostalgia di Tepi Sawah, Saung Buhun Sudimampir Tren Kudapan Jadul yang Kian Digandrungi
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kuningan, Golkar Beri Nilai Sempurna untuk Bupati Dian Rachmat Yanuar
- Tim EXPRESSO UNIKU Sabet Juara 1 Hackathon Bank Indonesia 2026 Lewat Inovasi AI “Crypto Sentinel”
- Duduk Satu Meja, Bupati Dian dan Ketua Golkar Kuningan Tepis Isu Keretakan
- OJK Cirebon Berhasil Menjaga Stabilitas dan Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning di Triwulan II 2026
Di atas hamparan petak sawah berlatar belakang Gunung Ciremai yang megah, meja bambu di dalam sebuah saung tak pernah sepi dari sajian jajanan tradisional. Alih-alih menu modern, piring-piring di saung ini dipenuhi kudapan klasik seperti ongol-ongol, getuk, hingga aneka rebusan hangat.
Pengelola warung, Darsono, menangkap besarnya kerinduan masyarakat akan cita rasa tempo dulu. Ia sengaja menghadirkan konsep warung bilik bambu bersuasana desa untuk memperkuat karakter hidangan jadul yang disajikannya.
“Di tengah sawah ini Alhamdulillah kita punya satu makanan yang temanya tradisional. Makanan-makanan jadul lah. Ke sini datang di Saung Sudimampir dengan area pesawahan, dengan temanya Gunung Ciremai yang indah,” ujar Darsono.
Tren ini makin memuncak saat matahari mulai tergelincir di ufuk barat. Para pengunjung rela berdatangan menjelang petang demi memadukan momen menikmati kudapan masa kecil dengan indahnya pemandangan senja di kaki Gunung Ciremai.
Bagi pengunjung seperti Maman Sutarman, tren menyantap jajanan jadul di alam terbuka bukan sekadar urusan kenyang. Kehangatan rasa makanan masa kecil yang dipadu dengan ketenangan suasana pesawahan menjadi cara ampuh untuk melepaskan beban pikiran.
” Ingin merasakan pemandangan sawah sama pegunungan dengan makanan-makanan zaman dulu, ya. Jadi mengingatkan saya waktu kecil gitu. Ya berasa nyaman, tenang, pikiran bebas gitu,” ungkapnya seraya menyeruput secangkir minuman bajigur.
Kini, sepiring kudapan jadul di tepi sawah bukan lagi sekadar kenangan masa lalu, melainkan tren pelarian manis bagi siapa saja yang merindukan kehangatan kampung halaman.
Oh ya, lokasi Saung Buhun Sudimampir ini terletak di kawasan wisata desa bernama Sawah Lope. Lokasi ini merupakan kawasan wisata yang hits di Kabupaten Kuningan yang selalu jadi buruan bagi masyarakat untuk kumpul bersama kolega, keluarga dan teman dekat.
Saung Buhun Sudimampir ini buka setiap hari kecuali Hari Kamis mulai dari jam 16.00 wib hingga jam 22.00 wib. (NARS)



