

KUNINGAN – Ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Kuningan langsung direspons cepat oleh instansi daerah setempat. Perumda Air Minum Tirta Kamuning menyatakan kesiagaan penuh dalam menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak kekeringan, terutama di desa-desa yang belum terjangkau layanan jaringan perpipaan.
Sejak awal Agustus hingga pekan perdana bulan September 2026, tercatat sebanyak 104.000 liter air bersih telah berhasil didistribusikan ke sejumlah titik krisis.
- Kemarau Landa Kuningan, Ratusan Ribu Liter Air Bersih Mengalir ke Pelosok
- Ditemui Anak Buah Prabowo, Petani Padarek Sumringah Harga Gabah Sedang Naik
- Kalahkan Kharisma Bandung, Tim Voli Wahana Ajaib Kuningan Tembus Semifinal Kejurda U-19 Jabar dan Bidik Tiket Kejurnas
- Memaknai Rabiul Awal: Teladan Universal Sang Rahmatan Lil ‘Alamin dan Cara Membuktikan Cinta Kepadanya
- Pematokan Hari Ini, Rehabilitasi Jalan Winduhaji-Lebakwangi Senilai Rp 22 Miliar Resmi Dimulai
Bantuan ini menyasar kawasan Desa Pakembangan di Kecamatan Ciniru, Margamukti di Cimahi, serta Mekarjaya dan Sukadana di wilayah Ciawigebang.
Pada hari Jumat tanggal 4 September 2026, armada tangki air kembali diterjunkan menuju Desa Cihanjaro di Karangkancana lewat kolaborasi strategis dengan jajaran Polres Kuningan. Staf Divisi Humas PAM Tirta Kamuning, Gery Aditya, menyampaikan bahwa langkah penyaluran ini merupakan wujud nyata sinergi antar lembaga guna meringankan beban warga.
Kolaborasi dengan pihak kepolisian dinilai sangat penting untuk memastikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang berjuang melawan dampak musim panas dapat berjalan lebih terarah.
“Demi menjaga kelancaran operasional kemanusiaan ini, empat unit mobil tangki dengan daya tampung masing-masing 4.000 liter terus disiagakan setiap harinya. Armada tersebut tidak hanya difokuskan menyuplai kebutuhan minum penduduk, namun juga siap dikerahkan untuk membantu penanggulangan keadaan darurat lain,” terang Gery.
Salah satu contohnya, kata dia, ketika suplai air ini diandalkan untuk membantu petugas Damkar Kuningan menjinakkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Ciniru kawasan Jalaksana beberapa waktu lalu.
Di tengah masifnya upaya bantuan tersebut, para pelanggan reguler di seluruh wilayah Kuningan turut diimbau agar lebih menghemat penggunaan air. Fenomena kemarau panjang memicu penyusutan volume debit air baku yang berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi ke rumah-rumah warga.
Pihak penyedia menjamin air tetap tersedia, kendati kontinuitas alirannya diakui bakal mengalami penyesuaian dan tidak sederas pada saat kondisi cuaca normal.Pemerintah desa yang wilayahnya mulai terindikasi mengalami kesulitan akses air bersih diminta segera mengajukan permohonan bantuan secara resmi.
Masyarakat diberikan akses pelaporan darurat yang beroperasi selama 24 jam penuh melalui nomor telepon 0232-871190 maupun layanan interaktif WhatsApp di nomor 0852-9585-0666. Seluruh aduan akan ditindaklanjuti dengan penerjunan armada bantuan yang disesuaikan pada tingkat kebutuhan serta kondisi nyata di lapangan. (Nars)



