
KUNINGAN – Setelah berhasil meloloskan tiga atletnya ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Kabupaten Kuningan kini fokus mempersiapkan para atletnya secara intensif.
Dengan waktu persiapan selama sepuluh bulan ke depan, kontingen wushu Kuningan optimistis dapat merebut medali emas pada ajang olahraga tertinggi di Jawa Barat tersebut.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
Ketiga atlet yang berhasil lolos dari babak kualifikasi di Kota Bekasi pada 1-6 Oktober lalu adalah Fatha Ukuhuwa Mahmud dari nomor taolu tradisional, serta Ibnu Abdun Azzmi (kelas 60 Kg) dan Hamdan Mardiansyah (kelas 70 kg) dari kategori Sanda.
Ketua Pengcab Wushu Kuningan, Putu Bagiasna, menyatakan peluang meraih medali sangat terbuka, terutama dari nomor taolu yang diikuti Fatha. “Peluang meraih medali emas di Porprov cukup terbuka dari kategori Batch Cam Dao dan Mok Yang Jong, karena di sana tak ada atlet PON maupun Sea Games,” ungkapnya.
Optimisme ini didasari oleh perjuangan berat yang telah dilalui. Putu menjelaskan, timnya yang merupakan atlet junior hasil POPDA harus bertarung dalam sistem kualifikasi baru yang lebih ketat, di mana semua atlet unggulan nasional diwajibkan ikut serta.
”Meski pun demikian, kita fight tanpa kenal takut dan pantang menyerah. Alhamdulillah hasilnya lolos tiga orang,” ujar Putu.
Ia menambahkan, waktu sepuluh bulan ke depan akan dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbaiki setiap kekurangan dan mematangkan persiapan demi mewujudkan target medali emas di Porprov 2026. (Nars)
