KUNINGAN – Kelangkaan pasokan gas elpiji 3 kilogram atau yang biasa dikenal sebagai gas melon terus dikeluhkan oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
Kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi ini terpantau sudah mulai terjadi sejak satu pekan menjelang perayaan Idulfitri dan masih terus berlangsung hingga hari kedua Lebaran pada hari Ahad (22/3/2026) ini.
Kondisi kelangkaan pasokan gas tersebut memaksa warga bersusah payah demi memenuhi kebutuhan dapur mereka. Situasi ini dirasa sangat memberatkan, terlebih pada momen liburan hari raya yang identik dengan tingginya intensitas aktivitas memasak untuk hidangan keluarga yang sedang berkumpul.
Kekosongan stok tabung gas berwarna hijau ini terpantau terjadi secara merata, mulai dari tingkat pangkalan resmi hingga ke warung pengecer di berbagai wilayah kecamatan.
Dampak kelangkaan ini rupanya tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan dapur harian, tetapi juga berimbas pada warga yang memiliki rencana menggelar acara hajatan di rumah mereka. Banyak penyelenggara hajatan yang turut mengeluhkan kekosongan stok gas bersubsidi ini karena mereka sangat bergantung pada pasokan bahan bakar tersebut untuk keperluan memasak jamuan dalam porsi besar bagi para tamu undangan.
Salah seorang warga asal Kecamatan Kadugede, Deden, menceritakan kendala yang dihadapinya akibat fenomena ini. Ia menuturkan bahwa dirinya sudah berusaha berkeliling mencari gas melon ke sejumlah pangkalan dan warung di sekitar tempat tinggalnya, namun seluruh penjual menyatakan persediaan mereka sudah habis terjual.
Deden menjelaskan lebih lanjut bahwa ketiadaan bahan bakar ini membuat keluarganya kebingungan untuk memasak dan memanaskan hidangan khas hari raya. Untuk menyiasati kondisi dapur yang terhambat, keluarganya terpaksa mencari bahan bakar alternatif dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli gas LPG yang non subsidi.
Tersendatnya pasokan gas elpiji tiga kilogram pada saat kebutuhan masyarakat sedang berada di titik tertinggi ini menjadi keluhan utama di berbagai kalangan.
Warga di wilayah Kabupaten Kuningan kini berharap pemerintah daerah serta pihak Pertamina untuk segera turun tangan memantau jalur distribusi, agar ketersediaan pasokan di pasaran bisa secepatnya kembali normal untuk menunjang aktivitas masyarakat pascalebaran. (Nars)
























