Bencana Insiden Kuningan

Pamit Cari Rumput, Warga Ragawacana Kuningan Hilang Misterius, Pakaian dan Sajadah Ditemukan Tergelar di Tepi Sungai

KUNINGAN – Nasib nahas menimpa Parmo (48), warga Blok Manis RT 003 RW 001, Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Pria paruh baya tersebut dilaporkan hilang secara misterius setelah pamit pergi ke sawah untuk mencari rumput pakan ternak pada Ahad (3/5/2026) sore.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan adanya musibah orang hilang tersebut.

Laporan awal diterima pihaknya pada Ahad malam dan tim assessment langsung diterjunkan ke lokasi kejadian di kawasan Blok Sawah Bojong.

Berdasarkan laporan kronologis, Indra menjelaskan bahwa korban berangkat dari rumah menuju sawah sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga waktu Magrib tiba, korban tak kunjung kembali pulang. Hal ini memicu kepanikan pihak keluarga yang kemudian mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan penyisiran ke area persawahan.

“Setibanya di lokasi, keluarga dan warga tidak menemukan keberadaan korban. Mereka hanya menemukan barang-barang pribadi milik Parmo yang tertinggal di area yang berjarak sekitar dua meter dari pinggir sungai,” ungkap IBE, sapaannya, dalam laporan cepat BPBD Kabupaten Kuningan, Ahad malam.

Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo

Adapun barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian meliputi ponsel (HP), tas, pakaian, celana panjang, dan arit. Selain itu, warga juga mendapati satu karung yang sudah berisi rumput, serta sebuah sajadah yang posisinya sudah dalam keadaan tergelar.

Merespons temuan tersebut, aparat desa langsung berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kuningan, unsur TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar), aparat kecamatan, serta relawan setempat.

Tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian darat dengan menyisir sisi kiri dan kanan aliran sungai, berpusat dari titik awal penemuan barang-barang korban.

Kendati demikian, hingga Ahad menjelang tengah malam, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Cuaca di lokasi yang berawan serta terbatasnya jarak pandang membuat operasi harus ditunda.

“Mengingat kondisi sudah malam, operasi pencarian terpaksa kami hentikan sementara waktu. Berdasarkan hasil rapat koordinasi seluruh unsur yang terlibat, proses pencarian korban dilanjutkan kembali pada Senin (4/5/2026) pagi mulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Balai Desa Ragawacana,” tegas Indra.

Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026

Untuk mengoptimalkan proses penyisiran aliran sungai dan area sekitar, Indra menambahkan bahwa pihaknya saat ini sangat membutuhkan dukungan tenaga tambahan dari Tim SAR ahli. Semua pihak berharap agar korban dapat segera ditemukan. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement