KUNINGAN — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, secara tegas mengingatkan kalangan mahasiswa di Kabupaten Kuningan untuk memperketat perlindungan data pribadi di ruang digital dan bijak dalam bermedia sosial. Peringatan kewaspadaan ini disampaikan sebagai langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari kejahatan siber sekaligus menyongsong visi Indonesia Emas 2045.


Pesan tersebut menjadi poin utama saat Agus membuka secara resmi agenda Kick Off Bulan Literasi Keuangan yang dihadiri oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi di Gedung Student Center Iman Hidayat, Universitas Kuningan (Uniku), pada Rabu (6/5/2026).
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
Di hadapan para civitas akademika, ia menekankan bahwa kebocoran identitas di era digital kerap menjadi pintu masuk bagi berbagai masalah finansial. “Kerahasiaan data pribadi sangat mahal harganya, jaga dengan baik dan jangan sampai disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Bijaklah dalam bermedia sosial,” sebut Agus.
Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa institusi pendidikan memiliki mandat besar dalam mencetak generasi penerus yang tangguh menghadapi dinamika zaman. Menurutnya, parameter kesuksesan mahasiswa kini semakin kompleks.
“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang kuat dalam ilmu agama dan cerdas secara intelektual, tetapi juga harus menjadi generasi yang mandiri dan bijak secara finansial untuk mempersiapkan masa depannya,” tambahnya.
Kekhawatiran dan peringatan dari Kepala OJK Cirebon tersebut sangat beralasan dan sejalan dengan kondisi darurat siber finansial yang diungkapkan oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Dalam kesempatan yang sama, Bupati membeberkan fakta mengejutkan bahwa kawasan Kuningan Timur kini tercatat sebagai daerah dengan angka tertinggi warga yang terjerat pusaran judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) ilegal.
Bupati Dian menilai, kemudahan akses keuangan di genggaman ponsel kerap menjadi jebakan mematikan yang mendorong gaya hidup konsumtif jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang matang.
“Literasi keuangan merupakan fondasi awal kemandirian ekonomi masa depan. Sayangnya, untuk kalangan mahasiswa tingkat literasi ini terbilang relatif masih rendah. Jangan sampai karena kemudahan teknologi, kalian malah terjebak gaya hidup yang membelit diri pada Pinjol dan Judol,” wanti Bupati Dian.
Orang nomor satu di Kuningan itu juga mengajak mahasiswa untuk menjadi investor yang cerdas dan tidak mudah tergiur kekayaan instan. “Investasi itu ibarat menanam pohon. Hasilnya tidak bisa langsung dipetik seketika, melainkan butuh perawatan, kesabaran, dan perencanaan yang matang,” tegasnya.
Merespons inisiatif sinergis ini, Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, menyambut sangat antusias program edukasi OJK di lingkungan kampusnya.
Pihaknya meyakini bahwa kolaborasi literasi keuangan ini merupakan langkah preventif yang paling akurat untuk membentengi mahasiswa dari berbagai modus kejahatan finansial, sekaligus mencetak lulusan yang cerdas dan berdikari dalam mengelola perekonomian. (Nars)














