KUNINGAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon resmi menggelar Kick Off Bulan Literasi Keuangan di Gedung Student Center Iman Hidayat, Universitas Kuningan (Uniku), pada Rabu (6/5/2026). Agenda strategis ini merupakan program yang ditujukan untuk mengedukasi finansial bagi kalangan mahasiswa di Kuningan.
Peserta literasi digital ini adalah para mahasiswa dari program studi ekonomi Universitas Kuningan.
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam sambutannya mewanti kewaspadaan mengenai ancaman siber finansial yang makin gencar. Ia menyoroti fenomena era digital di mana akses keuangan kini berada dengan mudah di genggaman ponsel. Sayangnya, kemudahan ini kerap menjebak masyarakat, khususnya generasi muda, pada gaya hidup konsumtif yang berujung petaka.


Sebuah fakta mengejutkan turut diungkapkan oleh orang nomor satu di Kuningan tersebut. Bupati Dian menyebutkan bahwa kawasan Kuningan Timur saat ini tercatat sebagai daerah dengan angka tertinggi warga yang terjerat pusaran masalah Judol dan Pinjol.
“Literasi keuangan merupakan fondasi awal dari kemandirian ekonomi masa depan. Sayangnya, untuk kalangan mahasiswa tingkat literasi ini terbilang relatif masih rendah. Padahal, mahasiswa adalah garda terdepan yang akan menentukan proyeksi perekonomian kita ke depan. Jangan sampai karena kemudahan teknologi, kalian malah terjebak gaya hidup yang membelit diri pada Pinjol dan Judol,” papar Bupati Dian.
Lebih lanjut, Bupati mengajak para mahasiswa untuk melek finansial dengan menjadi pelaku ekonomi yang bijak dan investor yang cerdas. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah tergiur oleh investasi bodong yang menawarkan kekayaan instan.
“Jangan berinvestasi karena halusinasi atau angan-angan yang berlebihan. Investasi itu ibarat menanam pohon. Hasilnya tidak bisa langsung dipetik seketika, melainkan butuh perawatan, kesabaran, dan perencanaan yang matang,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan krusialnya peran mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Agus secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi di ruang digital.”Kerahasiaan data pribadi sangat mahal harganya, jaga dengan baik dan jangan sampai disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Bijaklah dalam bermedia sosial,” paparnya.
Menurutnya, instansi pendidikan mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga tangguh menghadapi tantangan zaman. “Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga harus menjadi generasi yang mandiri dan bijak secara finansial untuk mempersiapkan masa depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, menyambut sangat antusias kehadiran OJK dan inisiatif program edukasi ini di lingkungan kampus kebanggaan masyarakat Kuningan tersebut.
Pihaknya menilai, kolaborasi literasi keuangan ini adalah langkah preventif yang sangat tepat untuk membentengi mahasiswa dari berbagai modus kejahatan finansial yang kian meresahkan, sekaligus mencetak lulusan yang cerdas mengelola keuangan. (Nars)














