Ekonomi Bisnis Finansial Kuningan Pemerintahan

Soroti Ketimpangan Inklusi, DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku Jadi Penggerak Ekonomi & UMKM

KUNINGAN — Kemudahan akses layanan keuangan digital yang kian pesat nyatanya belum berbanding lurus dengan tingkat pemahaman masyarakat. Merespons ketimpangan literasi tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Sohibul Imam, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar edukasi finansial masif bagi kalangan akademisi di Universitas Kuningan (Uniku).

Mengusung tajuk Kick Off Bulan Literasi Keuangan, agenda strategis ini diselenggarakan di Gedung Student Center Iman Hidayat Uniku pada Rabu (6/5/2026).

Di hadapan sekitar 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kolaborasi lintas sektor ini menitikberatkan pada pentingnya kecerdasan finansial untuk kesiapan karir masa depan dan dorongan terhadap kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Anggota Komisi XI DPR RI, Sohibul Imam, memaparkan tantangan nyata berdasarkan hasil survei literasi dan inklusi keuangan tahun 2025. Tokoh nasional yang juga putra daerah asli Kuningan ini menyebutkan bahwa tingkat inklusi (aksesibilitas) masyarakat terhadap produk keuangan melesat jauh di atas tingkat literasinya (pemahaman).

“Di sinilah letak tantangan utamanya. Masyarakat dan anak-anak muda kita sangat mudah mengakses produk keuangan langsung dari handphone, namun kerap kali tidak memahami manajemen risikonya. Memahami produk keuangan itu bukan hanya sekadar tahu wujud dan cara meminjamnya, tapi wajib paham risikonya secara utuh agar pengelolaan finansial berjalan sehat,” urai Sohibul Imam.

Waspada Kejahatan Digital, Kepala OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Kuningan Jaga Data Pribadi dan Melek Finansial

Menurutnya, pemahaman literasi yang komprehensif adalah modal utama bagi generasi muda. Institusi kampus diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak sekadar menjadi konsumen produk keuangan, melainkan menjadi pelaku ekonomi produktif yang cerdas membaca peluang.

Dalam orasi edukatifnya, Sohibul juga membawa angin segar terkait iklim perekonomian nasional dan kemudahan berusaha. Ia secara khusus menyosialisasikan hadirnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19 Tahun 2025, regulasi yang dirancang untuk memangkas kerumitan birokrasi pembiayaan bagi sektor UMKM.

“Regulasi POJK 19 Tahun 2025 ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah agar UMKM kita bisa tumbuh dan bangkit dengan akses permodalan yang lebih mudah. Tugas kami di Senayan adalah mengawal ketat aturan ini agar benar-benar terimplementasi di lapangan, sehingga nantinya mampu dimanfaatkan oleh para lulusan kampus yang ingin merintis jalan sebagai pengusaha,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menambahkan perspektif mengenai pentingnya menjaga portofolio finansial bagi karir profesional mahasiswa di masa depan. Ia menyoroti krusialnya menjaga histori Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau yang dulu dikenal dengan BI Checking.

“Mahasiswa harus sangat bijak dalam menggunakan instrumen keuangan apa pun. Jika sampai keliru dalam manajemen utang atau terjerat masalah kredit, riwayat SLIK otomatis akan tercatat buruk. Ini akan menjadi batu sandungan besar, baik saat kalian melamar pekerjaan di instansi bergengsi seperti BUMN, maupun saat hendak mengajukan modal usaha perbankan kelak,” papar Agus mengingatkan.

Kick Off Bulan Literasi Keuangan OJK di Uniku, Bupati Ungkap Fakta Darurat Judol dan Pinjol di Kuningan Timur

Kolaborasi antara pembuat kebijakan, otoritas keuangan, dan institusi pendidikan tinggi seperti Uniku ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Kabupaten Kuningan yang tangguh. Generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga matang dan bijak secara finansial dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement