

CIREBON – Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Cirebon menggerakkan budaya menabung pelajar di wilayah Ciayumajakuning guna membentengi masa depan finansial generasi muda sejak bangku sekolah. Langkah nyata ini direalisasikan melalui peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 yang menyasar langsung ratusan peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menyebutkan, pembiasaan menyisihkan uang sejak kecil bukan semata urusan menyimpan dana, melainkan pembentukan karakter penting dalam memilah antara kebutuhan dan keinginan.
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
- Kunjungi Padepokan PPCA Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Regenerasi Atlet Pencak Silat Berprestasi
Anak-anak yang terlatih mengelola uang saku secara disiplin dinilai bakal lebih tangguh dan bijak saat memasuki perputaran ekonomi modern yang kian kompleks.
Dorongan edukasi ke sekolah-sekolah ini merespons hasil survei nasional terbaru tahun 2026, di mana tingkat inklusi keuangan masyarakat sudah menembus 93,61 persen dengan literasi mencapai 69,57 persen.
Tingginya akses terhadap layanan keuangan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman mendalam sejak usia dini agar generasi muda tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif.
Untuk memperkuat gerakan ini di tataran akar rumput, OJK Cirebon menggandeng pemerintah daerah se-Ciayumajakuning, Bank Indonesia, legislatif, hingga asosiasi perbankan daerah. Kolaborasi luas ini bertujuan meruntuhkan sekat birokrasi dan memudahkan para pelajar dari berbagai latar belakang untuk memiliki rekening tabungan formal.
Apresiasi khusus dalam program Satu Rekening Satu Pelajar turut diserahkan kepada bank daerah maupun bank umum yang gencar jemput bola ke sekolah-sekolah.
Sejumlah perbankan seperti BPR Kuningan, BPR Majalengka, BRI Majalengka, bank bjb Kuningan, hingga BSI Cirebon sukses mencetak rekor edukasi serta pembukaan rekening pelajar paling masif di wilayah kerja OJK Cirebon.Agus Muntholib memastikan gerakan cerdas finansial ini akan terus bergulir menyasar ruang-ruang kelas dengan dukungan para guru dan orang tua.
Menyiapkan masa depan generasi muda tidak cukup hanya dengan modal cita-cita, melainkan harus ditopang kebiasaan nyata mengelola uang secara bijak sejak sekarang. (NARS)



