

KUNINGAN — Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menjadikan sosok almarhum Aang Hamid Suganda sebagai inspirasi utama dalam menata infrastruktur dan fasilitas publik, mendapat respons hangat dari sang putra, M. Ridho Suganda.
Ridho menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas penghormatan yang diberikan oleh orang nomor satu di Jawa Barat tersebut kepada mendiang ayahnya.
- Dedi Mulyadi Terinspirasi Bapak Pembangunan Kuningan, M. Ridho Suganda: Kalau Saya Belajarnya Tiap Hari
- Sinergi Lintas Sektor Jaga Ciremai, Seribuan Anggota MPA Paguyuban Silihwangi Bersatu Cegah Karhutla di Lereng Ciremai
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekaligus masyarakat yang pernah merasakan kepemimpinan almarhum.
“Kami atas nama keluarga tentu sangat berterima kasih dan merasa bangga. Apa yang disampaikan Pak Gubernur menunjukkan bahwa dedikasi almarhum selama memimpin tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di tingkat daerah, tetapi juga membekas dan menginspirasi para tokoh pemimpin lainnya di Jawa Barat,” ujar Ridho Suganda.
Menanggapi cerita Dedi Mulyadi yang mengaku banyak menyerap ilmu kepemimpinan dari sosok Pak Aang—terutama soal merawat trotoar dan jembatan—saat Dedi masih menjabat sebagai Wakil Bupati, Ridho pun meresponsnya dengan kelakar hangat.
“Kalau Kang Dedi bilang beliau belajar dari almarhum saat masih jadi Wakil Bupati, nah kalau saya malah belajarnya setiap hari. Ya wajar, kan saya anaknya,” kelakar Ridho seraya tersenyum.
Lebih lanjut, mantan Wakil Bupati Kuningan ini mengamini apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi. Ia membenarkan bahwa almarhum Aang Hamid Suganda memang memiliki etos kerja dan kedisiplinan yang sangat tinggi, terutama terkait tata ruang, kebersihan lingkungan, dan fungsi fasilitas publik.
Rutinitas turun langsung ke lapangan, menyusuri gang-gang usai salat Subuh untuk memastikan lingkungan tetap rapi dan bersih, merupakan nilai keteladanan yang konsisten ditanamkan almarhum baik kepada keluarga maupun jajaran pemerintahannya saat itu.
Sebagai penutup, Ridho berharap rekam jejak dan etos kerja mendiang ayahnya dapat terus menjadi energi positif serta cetak biru bagi para pemangku kebijakan dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang terbaik dan manusiawi bagi masyarakat. (Nars)



