

KUNINGAN — Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menjadikan sosok almarhum Aang Hamid Suganda sebagai inspirasi utama dalam menata infrastruktur dan fasilitas publik, mendapat respons hangat dari sang putra, M. Ridho Suganda.
Ridho menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas penghormatan yang diberikan oleh orang nomor satu di Jawa Barat tersebut kepada mendiang ayahnya.
- Antisipasi Karhutla Meluas, Laskar Gerindra Kuningan Terjun Padamkan Api di Lereng Ciremai
- Aksi Cepat Pasca-Kebakaran Cimerak, Bantuan Sembako Disalurkan Aleg Tina Wiryawati kepada Korban
- Cegah Kepunahan Seni Karuhun, GP Ansor Cigandamekar Gelar Festival Genjring Rudat di Momentum HSN 2026
- Geliatkan Sport Tourism, 180 Pelari dari Berbagai Daerah Jajal Keindahan Alam Kuningan di DTBL 3
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar sekaligus masyarakat yang pernah merasakan kepemimpinan almarhum.
“Kami atas nama keluarga tentu sangat berterima kasih dan merasa bangga. Apa yang disampaikan Pak Gubernur menunjukkan bahwa dedikasi almarhum selama memimpin tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di tingkat daerah, tetapi juga membekas dan menginspirasi para tokoh pemimpin lainnya di Jawa Barat,” ujar Ridho Suganda.
Menanggapi cerita Dedi Mulyadi yang mengaku banyak menyerap ilmu kepemimpinan dari sosok Pak Aang—terutama soal merawat trotoar dan jembatan—saat Dedi masih menjabat sebagai Wakil Bupati, Ridho pun meresponsnya dengan kelakar hangat.
“Kalau Kang Dedi bilang beliau belajar dari almarhum saat masih jadi Wakil Bupati, nah kalau saya malah belajarnya setiap hari. Ya wajar, kan saya anaknya,” kelakar Ridho seraya tersenyum.
Lebih lanjut, mantan Wakil Bupati Kuningan ini mengamini apa yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi. Ia membenarkan bahwa almarhum Aang Hamid Suganda memang memiliki etos kerja dan kedisiplinan yang sangat tinggi, terutama terkait tata ruang, kebersihan lingkungan, dan fungsi fasilitas publik.
Rutinitas turun langsung ke lapangan, menyusuri gang-gang usai salat Subuh untuk memastikan lingkungan tetap rapi dan bersih, merupakan nilai keteladanan yang konsisten ditanamkan almarhum baik kepada keluarga maupun jajaran pemerintahannya saat itu.
Sebagai penutup, Ridho berharap rekam jejak dan etos kerja mendiang ayahnya dapat terus menjadi energi positif serta cetak biru bagi para pemangku kebijakan dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang terbaik dan manusiawi bagi masyarakat. (Nars)



