

KUNINGAN — Wajah aliran Sungai Cisanggarung di Blok Bangong, Desa/Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, perlahan mulai berubah. Ancaman banjir akibat pendangkalan dan tumpukan sampah yang selama ini menghantui warga kini mulai tertangani, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya kawasan wisata desa yang baru.
Tokoh masyarakat setempat, Deni Darmadi, mengungkapkan antusiasmenya atas perubahan tersebut. Ia menilai pengerukan sedimentasi sungai yang saat ini tengah berlangsung membawa harapan nyata bagi perbaikan tata lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi warga Kadugede.
- Buntut Dugaan Keracunan 30 Siswa, Satgas Suspend Operasional SPPG MBG di Ciwaru
- Hj Tina Wiryawati Ajak Pelajar Kuningan jadi Pelopor Gerakan Bela Negara di Lingkungannya
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Ciwaru: Satgas Telusuri Dapur Pengolah dan Uji Rantai Pasok Makanan
- Diduga Keracunan Program MBG, Puluhan Siswa di Ciwaru Dilarikan ke Puskesmas, Satu Dirujuk ke RS
- Siaga Karhutla Ciremai, Relawan MPA Silihwangi Majakuning Aktifkan Embung 4.000 Liter
“Kami sangat bersyukur masalah menahun soal aliran sungai yang tersendat ini akhirnya mendapat solusi konkret. Terlebih dengan adanya rencana pengembangan wisata kuliner ke depannya, ekonomi warga di sekitar lokasi pasti bisa bangkit. Sekarang, tugas terbesarnya ada di kami selaku warga setempat, yakni menjaga kebersihan dan mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ungkap Deni.
Perubahan signifikan di Blok Bangong ini terwujud berkat intervensi Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., yang memberikan stimulus berupa normalisasi sungai.
Untuk mempercepat pembersihan sedimentasi dan tumpukan sampah, satu unit alat berat jenis backhoe telah diturunkan ke lokasi dengan target pengerjaan selama empat hari.
Tidak hanya pengerukan material, langkah mitigasi juga dilakukan dengan memasang trash barrier atau penahan sampah di aliran air. Menariknya, fasilitas penahan sampah ini dirancang menggunakan material yang sangat mudah didapat, yakni kombinasi pipa paralon dan jaring.
Pemilihan bahan sederhana ini disengaja agar warga dapat meniru dan membuatnya secara mandiri, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran penjagaan daerah aliran sungai (DAS).
Normalisasi ini diproyeksikan sebagai langkah awal untuk mewujudkan kawasan wisata desa. Bantaran sungai yang telah bersih nantinya akan ditata dan dilengkapi dengan saung-saung tradisional. Keberadaan saung ini akan difungsikan untuk mewadahi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, memadukan pesona keasrian sungai dengan potensi kuliner khas desa.
Inisiasi wisata desa yang dimulai dari Blok Bangong ini diharapkan tidak berhenti di satu titik. Program penataan ini ditargetkan dapat berlanjut menyambung ke blok-blok lainnya, sehingga bentang Sungai Cisanggarung yang bersih dan terawat menjadi lebih panjang.
Jika terawat dengan baik, bantaran sungai tidak hanya akan terbebas dari sampah, tetapi juga menawarkan nilai estetika yang mampu menarik kunjungan wisata. Meski demikian, keberhasilan dan keberlanjutan visi ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemauan keras masyarakat Kadugede dalam memelihara lingkungannya sendiri. (NARS)



