

KUNINGAN – Peristiwa kebakaran yang melanda bangunan rumah makan Ali Action di kawasan Taman Kota Kuningan, Kabupaten Kuningan, berhasil dipadamkan dengan cepat berkat kesigapan personel gabungan di lapangan pada hari Rabu (16/9/2026).
Insiden tersebut berawal ketika petugas menerima laporan kedaruratan dari warga sekitar pukul 14.57 WIB terkait adanya kobaran api yang mulai membesar di bagian atap lantai tiga bangunan pusat kuliner tersebut.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan Andri Arga Kusumah menyatakan bahwa tim piket pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian hanya dalam hitungan menit setelah menerima panggilan darurat guna mencegah api merembet ke kawasan komersial yang padat penduduk di sekitar pusat kota.
“Kami langsung menerjunkan regu piket untuk melakukan penanganan secepat mungkin agar api tidak meluas ke bangunan di sekitarnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Setibanya di lokasi, petugas dihadapkan pada tantangan medan yang cukup berat karena titik api berada di bagian atap lantai tiga dengan akses jalan yang sempit, sehingga menuntut kehati-hatian ekstra dalam proses pemadaman dan pendinginan.
Andri Arga Kusumah menambahkan bahwa berkat koordinasi yang solid antara petugas pemadam, jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta partisipasi aktif warga setempat, amuk si jago merah berhasil dikendalikan sepenuhnya dalam kurun waktu kurang lebih satu jam.
” Hambatan di lapangan berhasil diatasi berkat kerja sama yang baik dari semua unsur yang terlibat, ” tambahnya.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan di lokasi kejadian, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada salah satu ruangan di lantai atas yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat karyawan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian material akibat kerusakan struktur atap dan sejumlah inventaris ditaksir mencapai angka Rp25 juta, sehingga pihak berwenang terus mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik. (NARS)



