

KUNINGAN – Tiga individu Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) berhasil terekam camera trap di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berdasarkan data pendugaan populasi tahun 2025. Dari ketiga individu tersebut, terdapat satu betina dan dua jantan yang beraktivitas di dalam kawasan konservasi.
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
- Megahnya BUMDes Festival Jabar 2026 Sisakan Utang, Vendor Tenda Lokal: Segera Bayar!
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Toni Anwar, menjelaskan bahwa dari tiga individu yang terekam, salah satunya adalah macan tutul bernama Rasi yang merupakan hasil pelepasliaran, sementara dua lainnya adalah satwa asli (natif) penghuni TNGC.
Meski demikian, macan tutul jantan hasil pelepasliaran yang dikenal dengan nama Slamet Ramadhan belum kembali menunjukkan jejaknya.
“Slamet Ramadhan sampai dengan saat ini memang belum terekam camera trap lagi sejak terakhir kali pada 2023. Kami belum bisa menyimpulkan kondisinya karena bukti valid yang bisa diterima secara ilmiah adalah rekaman kamera,” tegas Toni.
Toni menambahkan, berdasarkan hasil analisis terakhir, Individu lain, Rasi, diperkirakan masih dalam fase menjelajah seluruh kawasan TNGC dan belum menemukan area habitat intinya.
BTNGC menetapkan pemantauan pergerakan Slamet Ramadhan sebagai salah satu prioritas utama institusi ke depannya. (NARS)



