
KUNINGAN — Upaya membentengi mentalitas generasi penerus bangsa dari berbagai ancaman modern, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan “Ngabela Nagara” Batch ke-25. Acara ini dilangsungkan di Aula Sanggariang, Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (16/9/2026).
Mengusung tema “Membangun Karakter Bela Negara Bagi Generasi Muda Jawa Barat”, agenda strategis ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Seratusan pelajar dari sejumlah SMA di Kuningan nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Dua Kecamatan di Kuningan, BPBD Lakukan Asesmen Dampak
- 8 Wartawan Balon Ketua Mengemuka Jelang Akhir Masa Jabatan PWI Kuningan, Siapa Saja?
- DPC PPP Kabupaten Kuningan Sikapi Hasil Rakornas dengan Arif, Pastikan Soliditas Kader di Akar Rumput Tetap Terjaga
- Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Gantina Dorong Warga Cirebon Maksimalkan Beasiswa UIN Siber Syekh Nurjati
- Pohon Ikonik di Jalan Siliwangi Kuningan Tercoreng Tumpukan Sampah Liar, Warga Minta Pemda Bertindak
Jalannya kegiatan dipandu secara apik oleh Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Kuningan, M. Khadafi Mufti, yang bertindak selaku moderator. Tiga pakar dihadirkan sebagai narasumber utama untuk membedah tuntas esensi bela negara, yakni Pj Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Asep Saepulloh, Akademisi STAI Al Ma’arif Kabupaten Ciamis Jamiludin Hidayat, serta Supervisor dan Narasumber Character Building, Jejen Jenal Akbar.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa eksistensi tegaknya Bangsa Indonesia di masa depan berada sepenuhnya di tangan pemuda hari ini. Agar negara tetap utuh, generasi penerus diwanti-wanti untuk selalu berpedoman pada Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Para peserta juga diedukasi untuk mewaspadai infiltrasi ideologi asing yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Lebih jauh, pemuda diingatkan akan adanya ancaman “penjajahan gaya baru” yang menyerang sektor ekonomi dan finansial.
Pasalnya, stabilitas ekonomi yang goyah akan membuat sebuah negara sangat rentan untuk diintervensi dan dipecah belah.Menyoroti potensi daerah, Jawa Barat dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta perannya sebagai wilayah penyangga dan pendukung pembangunan nasional, ketahanan daerah Jawa Barat harus diperkuat.
Hal ini sejalan dengan persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana generasi yang saat ini berusia di bawah 30 tahun akan mendominasi lebih dari setengah populasi penduduk, terlebih Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia.
Meski demikian, para pemateri tidak memungkiri berbagai problematika yang tengah menggerogoti moral dan mentalitas generasi muda saat ini. Kehadiran teknologi revolusioner seperti ponsel pintar (smartphone) diibaratkan sebagai pisau bermata dua yang dampaknya sangat bergantung pada kebijaksanaan penggunanya.
Selain itu, ancaman serius peredaran narkoba masih terus mengintai kaum muda. Ketergantungan terhadap barang haram tersebut terbukti memicu efek domino pada perilaku menyimpang, seperti maraknya aksi pencurian, perundungan (bullying), tindak kekerasan, hingga maraknya konten pornografi dan kejahatan lainnya.
Sebagai solusi dan langkah nyata bela negara di era digital, para pelajar yang hadir didorong untuk menjadi agen perubahan. Mereka diajak memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyuarakan semangat nasionalisme yang menular.
“Caranya adalah dengan selalu melakukan check and balance atau cek dan ricek terhadap kebenaran suatu informasi agar tidak termakan hoaks. Perangilah konten-konten negatif, seperti pornografi dan radikalisme, dengan cara menyebarkan sebanyak mungkin konten edukatif. Jadilah influencer yang positif di dunia maya,” pesan salah satu narasumber kepada para pelajar.
Melalui kegiatan Ngabela Nagara ini, diharapkan generasi muda Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Kuningan, dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya kokoh dalam mengukir prestasi, namun juga memiliki karakter kebangsaan serta akhlak yang mulia demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (NARS)
