

KUNINGAN – Isu keretakan hubungan antara Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dan Ketua DPD Partai Golkar Kuningan, Asep Setia Mulyana, muncul di kalangan awak media. Dalam sebuah acara isu tersebut akhirnya terbantahkan.
Keduanya tampil harmonis menepis rumor tersebut dalam agenda bincang santai bersama jurnalis bertajuk “Satu Meja Satu Komitmen: Merawat Kebersamaan dalam Membangun Kuningan” yang digelar di Aula Teras Mahar, Jalan Ir Soekarno, Jumat (25/9/2026).
- Duduk Satu Meja, Bupati Dian dan Ketua Golkar Kuningan Tepis Isu Keretakan
- OJK Cirebon Berhasil Menjaga Stabilitas dan Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Ciayumajakuning di Triwulan II 2026
- Melihat Wajah Baru Desa Jagara Kuningan, Sinergi Jurnalis dan OJK Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Lokal
- Kinerja Sektor Jasa Keuangan Ciayumajakuning Tumbuh Positif, OJK Cirebon Catat Lonjakan Investor Pasar Modal
- Dari Tumbuk Tradisional ke Roasting Modern: Wabup Kuningan Dorong Kopi Lokal dan UMKM Naik Kelas
Ketua DPD Partai Golkar Kuningan, Asep Setia Mulyana, mengaku terkejut dengan kabar yang beredar di kalangan jurnalis mengenai keretakan komunikasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa minimnya intensitas pertemuan secara fisik murni disebabkan oleh padatnya jadwal kegiatan di luar kota dari Senin hingga Jumat.
Menurutnya, komunikasi dengan Bupati Dian justru semakin intens dan tidak pernah terputus berkat kemudahan perangkat teknologi saat ini.
“Partai Golkar ingin memiliki bupati yang kredibel dan komunikatif, dan kriteria itu ada pada sosok Pak Dian. Sebagai partai pengusung, kami bertanggung jawab mengawal dan memfasilitasi program-program prioritas pemerintah daerah agar berjalan lancar hingga masa jabatan beliau berakhir,” ungkap Asep.
Ia mencontohkan dukungan tersebut direalisasikan melalui pengawalan program bantuan alat mesin pertanian (alsintan), mitigasi sumber mata air, hingga peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa kedekatannya dengan Asep serta keluarga besar Partai Golkar sudah terjalin kuat sejak ia menjabat sebagai Ketua KNPI pada tahun 2008. Dian juga sangat mengapresiasi dukungan total yang diberikan Golkar sejak masa Pilkada hingga ia menduduki kursi kepala daerah saat ini.
Dian memandang rumor kerenggangan ini sebagai dinamika politik biasa yang justru mematangkan dan mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan partai pengusung.
“Hubungan saya dengan Ketua DPD Golkar tidak ada gap sama sekali. Kami sering bertukar pandangan untuk merumuskan suatu program, dan saat ini komunikasi politik maupun birokrasi kami berjalan sangat cair,” kata Dian.
Selain menegaskan soliditas pemerintahan, baik Dian maupun Asep sepakat menekankan besarnya peran media massa dalam kelancaran pembangunan daerah. Kehadiran insan pers dinilai sangat vital karena berfungsi sebagai jembatan komunikasi dua arah yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kondisi riil di masyarakat. (NARS)



