

KUNINGAN – Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning mencatatkan pertumbuhan yang positif dan stabil hingga pertengahan tahun 2026, ditopang oleh performa perbankan yang solid serta lonjakan partisipasi masyarakat di pasar modal.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, dalam agenda “Bincang Asik Seputar Sektor Jasa Keuangan (Bancakan)” dan media gathering yang berlangsung di Aula Kantor Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026).
- Kinerja Sektor Jasa Keuangan Ciayumajakuning Tumbuh Positif, OJK Cirebon Catat Lonjakan Investor Pasar Modal
- Dari Tumbuk Tradisional ke Roasting Modern: Wabup Kuningan Dorong Kopi Lokal dan UMKM Naik Kelas
- Niat Mendahului Truk Berakhir Tragis, Pelajar 16 Tahun di Kuningan Meninggal Dunia
- Polres Kuningan Bekuk Dua Pelaku Curanmor Spesialis Rumah dan Garasi, Motor RX-King hingga Xeon Disita
- Terancam 15 Tahun Penjara, Mahasiswi Pembuang Bayi di Kuningan
Agus menjelaskan, secara umum kondisi industri jasa keuangan di wilayah kerjanya—yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan—berada dalam koridor yang terjaga dengan tren perkembangan membaik.
Menurutnya, pertumbuhan aset perbankan serta melesatnya nilai transaksi di pasar modal mengindikasikan semakin kuatnya tingkat kepercayaan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Ciayumajakuning.
Pada sektor Perbankan Umum, imbuhnya, OJK Cirebon mencatat pertumbuhan aset sebesar 6,21 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp63,26 triliun, seiring dengan peningkatan penyaluran kredit sebesar 2 persen yoy yang mencapai Rp49,72 triliun.
Penyaluran kredit ini didorong oleh pertumbuhan sektor investasi yang melonjak hingga 16,52 persen yoy, sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,42 persen yoy menjadi Rp43,52 triliun dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) terjaga di angka 4,06 persen.
“Sedangkan, jajaran Bank Perekonomian Rakyat (BPR), tingkat ketahanan permodalan industri tercatat sangat kokoh dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 22,53 persen,” ungkapnya.
Total kredit yang disalurkan BPR di wilayah Ciayumajakuning, kata Agus, tercatat sebesar Rp1,8 triliun, di mana porsi terbesar mengalir ke sektor konsumtif atau bukan lapangan usaha lainnya sebesar 42,78 persen serta sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 35,26 persen.
Capaian yang tak kalah signifikan terlihat pada sektor pasar modal, di mana jumlah investor terdaftar melalui Single Investor Identification (SID) hingga Juni 2026 menembus 686.356 investor atau melonjak 108,94 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Angka tersebut menyumbang porsi sebesar 11,87 persen terhadap total investor pasar modal di seluruh Jawa Barat, dengan akumulasi nilai transaksi saham di Ciayumajakuning mencatatkan Rp3,65 triliun.
Di sisi perlindungan konsumen, OJK Cirebon mencatat sebanyak 2.126 konsultasi dan pengaduan masyarakat hingga Agustus 2026 yang didominasi oleh layanan tatap muka (walk-in) sebesar 78,36 persen, di samping pemrosesan 9.743 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Agus membeberkan bahwa isu utama yang paling banyak dikonsultasikan warga mencakup permasalahan SLIK, indikasi penipuan, permohonan keringanan pembayaran, permintaan informasi, hingga dugaan penyalahgunaan data, sehingga OJK terus berkomitmen memperkuat edukasi dan kewaspadaan keuangan masyarakat. (Nars)



