

KUNINGAN – Desa Jagara di Kabupaten Kuningan kini tengah bersiap menyambut lonjakan wisatawan dengan wajah baru yang lebih mandiri secara ekonomi. Potensi alam yang memukau dipadukan dengan semangat kewirausahaan warganya membuat desa ini terpilih menjadi percontohan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) binaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.
Bagi masyarakat setempat, program ini bukan sekadar pengenalan layanan perbankan atau lembaga keuangan semata, melainkan jalan pembuka untuk memajukan usaha.
- Melihat Wajah Baru Desa Jagara Kuningan, Sinergi Jurnalis dan OJK Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Lokal
- Kinerja Sektor Jasa Keuangan Ciayumajakuning Tumbuh Positif, OJK Cirebon Catat Lonjakan Investor Pasar Modal
- Dari Tumbuk Tradisional ke Roasting Modern: Wabup Kuningan Dorong Kopi Lokal dan UMKM Naik Kelas
- Niat Mendahului Truk Berakhir Tragis, Pelajar 16 Tahun di Kuningan Meninggal Dunia
- Polres Kuningan Bekuk Dua Pelaku Curanmor Spesialis Rumah dan Garasi, Motor RX-King hingga Xeon Disita
Potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata yang selama ini menjadi urat nadi warga, kini didorong untuk naik kelas melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan pemasaran produk lokal, hingga kemudahan akses permodalan.
Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, menyadari bahwa warganya butuh dukungan nyata agar potensi desa tidak hanya menjadi pemandangan indah tanpa nilai tambah ekonomi.
Ia menaruh harapan besar agar kolaborasi bersama OJK dan berbagai pihak ini mampu membuka peluang usaha yang lebih luas, sehingga warga setempat bisa langsung merasakan manisnya perputaran uang dari para pelancong yang singgah ke desa mereka.
Visi pemberdayaan tersebut sejalan dengan harapan Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, yang ingin melihat warga desa tidak hanya menjadi penonton saat daerahnya mulai ramai dikunjungi.
“Ketika objek wisata di Jagara berkembang, maka warung-warung milik warga harus ikut laris, UMKM tumbuh subur, dan hasil perikanan tidak lagi dijual mentah melainkan diolah terlebih dahulu agar memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi,” ungkap Agus Muntholib saat dikonfirmasi Kuningan Religi di Jagara Glamping Camp, Rabu (23/9).
Untuk memastikan gaung kebangkitan wisata dan ekonomi Desa Jagara ini terdengar luas, OJK Cirebon secara khusus mengajak sekitar 60 jurnalis dari wilayah Cirebon Raya untuk turun langsung melihat denyut nadi aktivitas warga.
Kehadiran puluhan pekerja media ini diharapkan mampu memotret daya tarik tersembunyi Desa Jagara, menceritakan keunikan produk lokalnya, dan sukses mengundang ketertarikan masyarakat luar untuk datang berkunjung.
Gelombang kunjungan wisatawan yang terus meningkat nantinya diyakini akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan berbagai sektor usaha rakyat, mulai dari kuliner, jasa transportasi, hingga perdagangan. Ketika roda ekonomi warga berputar kencang, kebutuhan akan akses pembiayaan yang aman pun akan terpenuhi dengan sendirinya berkat ekosistem inklusi keuangan yang telah terbangun kuat di desa tersebut.
Seiring dengan upaya memajukan ekonomi warga desa, Kantor OJK Cirebon juga memastikan bahwa seluruh rangkaian program pendampingan ini berjalan dengan bersih dan transparan.
Instansi tersebut secara tegas menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi dengan melarang keras jajarannya menerima pemberian hadiah atau parsel dalam bentuk apa pun, demi menjaga integritas dalam mengawal stabilitas keuangan daerah. (NARS)



