

KUNINGAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan angkat bicara merespons fenomena lonjakan pasien dengan gejala menyerupai flu di sejumlah fasilitas kesehatan. Pihak legislatif turun tangan memastikan bahwa pelayanan medis tetap berjalan optimal dan menepis isu penolakan pasien BPJS di tengah penuhnya kapasitas rumah sakit.
Ketua Komisi IV DPRD Kuningan, Hj. Neneng Hermawati, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan setelah menerima aduan adanya warga yang masuk layanan kesehatan dari sore hingga malam namun belum terlayani.
- Jaga Kebugaran Wakil Rakyat, DPRD Kuningan Gelar Medical Check Up, Puluhan Anggota Dewan Ditest Urine
- Meski Dipangkas Ratusan Miliar, DPRD Kuningan Sepakati Perubahan APBD 2026 dan Beri Catatan Ini
- Pangkas Rp175 Miliar, Pemkab Kuningan Tetapkan APBD Perubahan 2026
- Komisi IV DPRD Kuningan Respons Lonjakan Pasien Gejala Flu, Pastikan Tidak Ada Penolakan BPJS dan Ketersediaan Obat Aman
- Teka-teki Ketua DPC Gerindra Kuningan, Meski Ada Klaim Pengorbanan Kader, Keputusan Murni di Tangan Prabowo
Dari hasil tindak lanjut Komisi IV ke sejumlah fasilitas kesehatan, lonjakan pasien terbukti benar terjadi di berbagai titik.”Saya telepon ke Kabid Pelayanan di RSUD 45, kemudian ke Kepala Puskesmas, hingga survei ke klinik swasta. Semuanya sama, ada lonjakan pasien dengan gejala yang seragam yaitu flu, demam, batuk pilek, dan mengharuskan mereka dirawat serta diinfus,” jelas Neneng di ruang Fraksi PKB DPRD Kuningan, Rabu (30/9/2026).
Sebagai contoh di tingkat puskesmas, lonjakan kunjungan pasien meningkat dari biasanya 90 orang per hari menjadi 120 hingga 130 orang.
Menanggapi pertanyaan di tengah masyarakat terkait dugaan rumah sakit menolak pasien BPJS, Komisi IV dengan tegas membantah isu tersebut. Neneng memastikan bahwa kendala pelayanan murni disebabkan oleh menumpuknya jumlah pasien, sementara jumlah tenaga medis dan tempat tidur terbatas.
“Penuhnya pasien ini bukan karena persoalan BPJS atau umum. Insyaallah semua dilayani. Di RSUD 45 contohnya, kapasitas tempat tidur yang asalnya 250 berkurang menjadi 205 karena penerapan sistem KRIS, dan saat ini semuanya sudah full bed,” ungkap Neneng.
Di tengah melonjaknya jumlah pasien di sejumlah fasilitas layanan kesehatan ini, pihaknya mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan.
“Jangan banyak beraktifitas di luar rumah seandainya tidak ada keperluan. Memakai masker untuk menghindari penularan, konsumsi makanan bergizi dan biasakan tradisi hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan dan lainnya,” terang Legislator dari Dapil 2 Kuningan ini. (NARS)



