

KUNINGAN — Siapa yang bakal menduduki posisi ketua definitif DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan hingga kini masih menjadi teka-teki yang menarik perhatian publik. Di tengah beredarnya klaim sejumlah nama hingga pembicaraan soal pengorbanan kader yang telah mengeluarkan modal dan waktu, internal Gerindra menyebutkan tidak ada bursa pencalonan di daerah dan keputusan murni berada di tangan pimpinan pusat.
- Komisi IV DPRD Kuningan Respons Lonjakan Pasien Gejala Flu, Pastikan Tidak Ada Penolakan BPJS dan Ketersediaan Obat Aman
- Teka-teki Ketua DPC Gerindra Kuningan, Meski Ada Klaim Pengorbanan Kader, Keputusan Murni di Tangan Prabowo
- Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Lapas Kuningan Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan
- Pastikan Tak Ada Sel Istimewa, Perwakilan Rakyat Apresiasi Ketegasan Lapas Kuningan Berantas Narkoba
- Arahan Presiden Prabowo, MPA Silihwangi Majakuning Cegah Karhutla di Lereng Ciremai, Warga Bangun Embung Air hingga ‘Green Belt’
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, Nurcholis Mauludinsyah, membeberkan realita di balik penentuan nakhoda baru partai berlambang kepala garuda tersebut. Menurutnya, Partai Gerindra memiliki kultur organisasi yang teguh menganut sistem satu komando dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Di Gerindra itu tidak ada istilah pencalonan atau mengklaim ada dua atau tiga calon. Kalau ada yang mengklaim seperti itu, itu tidak betul,” ujar Nurcholis, Rabu (30/9/2026).
Menjawab isu dan pandangan publik terkait figur kader yang telah menjabat Pelaksana Tugas (PLT) cukup lama—serta dinilai telah banyak berkorban materi demi menghidupkan kegiatan partai—Nurcholis menilai hal itu merupakan bagian dari dedikasi seluruh kader.
“Namanya kader, kita harus siap. Kalau dibilang kasihan karena sudah berkorban, ketua-ketua DPC daerah lain yang sudah lama berjuang lalu diganti juga sama saja. Bukan cuma satu orang, semua kader dan anggota fraksi juga ikut memikirkan dan berjuang untuk partai,” terangnya.
Nurcholis mengungkapkan, jajaran elit DPP Partai Gerindra—mulai dari Ketua Umum Prabowo Subianto, Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, hingga Sekretaris Jenderal Sugiono—saat ini sedang menggodok struktur kepengurusan untuk wilayah Pulau Jawa. Beberapa daerah seperti Provinsi Banten tercatat telah menyelesaikan penataan struktur, sementara wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Kuningan, masih dalam proses.
Ia menegaskan, manuver maupun klaim figur yang beredar di tingkat lokal tidak akan menggoyahkan keputusan resmi partai. Pihaknya memilih tidak berspekulasi sebelum Surat Keputusan (SK) resmi diterbitkan dari Jakarta.
“Kita tunggu saja instruksi pusat. Siapa pun yang nantinya ditunjuk DPP untuk memimpin DPC Gerindra Kabupaten Kuningan, seluruh kader dan fraksi dipastikan akan patuh, taat, serta menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Nurcholis lagi. (NARS)



