

KUNINGAN — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan akhirnya angkat bicara menanggapi polemik penataan kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Meski proyek penataan Tugu Bola Dunia telah dinyatakan rampung 100 persen, publik sempat mempertanyakan ketiadaan ikon Patung Kuda di lokasi tersebut.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kuningan, Burhanuddin, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pencapaian 100 persen itu murni merujuk pada pengerjaan fisik Tugu Bola Dunia beserta fasilitas pendukungnya, bukan Patung Kuda.
- Bahas RAPBD 2027, Fraksi Amanat Restorasi Dorong Roadmap Fiskal dan Transparansi Berbasis Dashboard
- Proyek Tugu Bola Dunia Kuningan Tuntas, PUTR Sebut Pembangunan Patung Kuda Tunggu APBD Perubahan
- Kritisi RAPBD 2027, Fraksi PDIP Minta Pemkab Kuningan Prioritaskan Alam dan Budaya Miyuni Alam
- Gerindra Kuningan Soroti Defisit Infrastruktur Pertanian, Tuntut Keadilan APBD 2027
- Kritik Keras RAPBD 2027, Golkar Kuningan Soroti Belanja Pegawai Tembus Rp 1,3 Triliun, Anggaran Damkar Miris Hanya Rp 39 Juta
“Harus diluruskan bahwa dalam kontrak pekerjaan saat ini, sama sekali tidak ada nomenklatur mengenai penataan atau pembuatan Patung Kuda. Progres yang selesai 100 persen adalah khusus untuk Tugu Bola Dunia,” ujar Burhanuddin mewakili Kepala Dinas PUTR I Putu Bagiasna, Jumat (2/10/2026).
Terkait anggaran senilai Rp200 juta yang sempat disorot masyarakat, PUTR membenarkan keberadaan pagu tersebut. Namun, dana itu telah terserap sesuai peruntukannya.
Pekerjaan yang diselesaikan meliputi penataan Tugu Bola Dunia, pemasangan huruf timbul berslogan “Kuningan Melesat”, perbaikan trotoar seluas 79,83 meter persegi, perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 158,6 meter persegi, serta pemasangan kanstin dan pembersihan area.
Lantas, kapan ikon kuda yang menjadi kebanggaan Kuningan itu akan berdiri?
Burhanuddin memastikan rencana pembangunan Patung Kuda tidak dibatalkan, melainkan dipisah ke dalam termin penganggaran yang berbeda. Ikon baru tersebut rencananya baru akan dieksekusi setelah anggarannya disahkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Langkah ini, menurut PUTR, sejalan dengan visi besar Bupati Kuningan yang ingin menyulap wajah Jalan Soekarno-Hatta secara komprehensif. Kawasan yang sebelumnya dinilai kurang tertata itu tengah dipersiapkan menjadi titik ikonik baru yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga memancarkan wibawa dan identitas budaya warga Kuningan.
Klarifikasi ini sekaligus menepis anggapan adanya proyek mangkrak di kawasan tersebut. Kini, masyarakat hanya perlu mengawal proses penganggaran pada APBD Perubahan untuk melihat realisasi Patung Kuda yang akan melengkapi wajah baru Jalan Soekarno-Hatta. (NARS)



