
KUNINGAN — Prinsip penghormatan terhadap alam menjadi landasan utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merespons musibah kebakaran hutan yang melanda kawasan lereng Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem saat turun langsung memimpin pemadaman api di kaki Gunung Ciremai pada Kamis (22/10/2026).
Filosofi perlindungan lingkungan tersebut diwujudkan melalui aksi cepat Gubernur KDM dalam penyelamatan atap Jawa Barat dari kerusakan yang lebih parah. ” Mengingat medan terjal yang mengancam keselamatan vegetasi serta keanekaragaman hayati di dalamnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan armada udara,” kata KDM.
- Memperlakukan Alam Seperti Diri Sendiri, Pesan Ekologis Gubernur KDM Pasca Melihat Lokasi Kebakaran Gunung Ciremai
- Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Ciremai Meluas, Pemkab Kuningan Gandeng Pemprov Jabar Kerahkan Helikopter Water Bombing
- Kebakaran Gunung Ciremai Meluas ke Gunung Dulang, Angin Kencang dan Medan Terjal Hambat Pemadaman
- Geger Kebakaran di SPBE Cigugur Kuningan, Ini Kronologinya
- DAK Fisik Kuningan Nihil di 2027, Sohibul Imam: Penetapan Anggaran Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi bersama Menteri Koordinator dan jajaran TNI Angkatan Udara. Pengerahan helikopter water bombing segera direalisasikan guna menjangkau titik api di area krisis yang tidak tersentuh oleh regu pemadam darat.Komitmen moral untuk memulihkan ekosistem Ciremai membuat penanganan bencana ini ditempatkan di atas agenda formal lainnya.
Dedi menyampaikan permohonan izin kepada jajaran Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet agar diperkenankan memfokuskan seluruh jiwa dan pikirannya pada penanganan Karhutla di Kuningan ketimbang menghadiri kegiatan bersama Presiden di Jakarta.
Dalam aksi penyelamatan alam tersebut, apresiasi tinggi diberikan kepada para garda terdepan penjaga hutan. “Terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Balai TNGC, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjuang keras menahan laju si gumpalan asap di tengah medan terik,” ujarnya.
Dedi juga mengimbau kesadaran ekologis seluruh warga agar tidak lagi melakukan pembakaran ilalang atau pembersihan lahan dengan api di tengah musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk memperlakukan alam sebagaimana memperlakukan diri sendiri, sebab menjaga kelestarian Gunung Ciremai merupakan bentuk nyata dalam merawat kehidupan manusia itu sendiri. (NARS)
