
KUNINGAN — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional menghadapi tantangan fisik yang luar biasa. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan, titik api pertama terpantau berada di grid 15 M blok Kebang Sapasang yang pergerakannya mengarah ke arah BSB.
Untuk memadamkan api, petugas di lapangan harus berjibaku dengan medan terjal serta aksesibilitas ekstrem yang tidak dapat ditempuh oleh kendaraan bermotor.
- Kisah Haru Pemadaman Karhutla Ciremai: Anggota MPA Selamatkan Anakan Surili dari Pohon Hangus
- Helikopter TNI AU dan KDM Turun di Majalengka, Water Bombing Karhutla Gunung Ciremai Segera Dilakukan Siang Ini
- Medan Ekstrem dan Titik Api Bandel: BPBD Kuningan Kerahkan Personel Jalan Kaki Jangkau Lokasi Karhutla Taman Nasional
- Berapa Luasan Terdampak Kebakaran Gunung Ciremai? BTNGC Ungkap Begini
- Berjibaku Bantu Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Ini Strategi yang Dikerjakan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning
“Hingga saat ini masih terdapat titik api yang penanganannya tetap dilaksanakan secara intensif. Kami membagi tim ke dalam beberapa kelompok, namun memang ada kendala di sektor aksesibilitas menuju titik-titik tertentu yang sangat sulit dijangkau kendaraan,” ujar IBE, sapaannya, pada Kamis (22/10) malam.
Akibat hambatan geografis tersebut, petugas terpaksa mengandalkan metode manual dengan menurunkan personel untuk berjalan kaki demi menjangkau titik api.
Pergerakan taktis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi cepat yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Bupati Kuningan, serta Wakil Bupati Kuningan untuk mempercepat penanggulangan darurat kebakaran hutan.
Sebelumnya, rangkaian koordinasi di tingkat taktis ini diawali dengan pergerakan tim dari kawasan Karang Dinding menuju area pesawahan Sumur Kajayaan, sebelum akhirnya merapat ke Pos Sinkup guna mematangkan langkah-langkah penanganan lanjutan.
Meskipun petugas di lapangan sempat dihadapkan pada kendala sinyal komunikasi yang fluktuatif serta jalur pemadaman yang berat, BPBD Kuningan bersama tim gabungan terus berkomitmen mengendalikan situasi hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Sementara, menurut informasi yang disampaikan Kepala BTNGC, Toni Anwar, kebakaran yang diketahui sejak Rabu (21/10) malam tersebut, hingga Kamis sore sudah mencapai sekira 50-60 hektare hutan di kawasan TNGC. (NARS)
