
KUNINGAN — Nyawa seekor anak kerbau di Desa Cihideung Girang, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, berada di ujung tanduk usai terperosok ke dalam sumur tua berkedalaman 12 meter, Jumat (30/10/2026) sore.
Berpacu dengan waktu dan dibayangi risiko ruang sempit, tim UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan anak kerbau ini secara dramatis.
- Berpacu dengan Waktu dan Risiko di Dalam Sumur, Petugas Damkar Selamatkan Anak Kerbau
- Bupati Kuningan Ungkap Langkah Cepat Penanganan Bencana Puting Beliung dan Mitigasi Musim Hujan
- Solusi Baru Bagi Perantau, Bhisa Shuttle Resmikan Outlet Baru yang Lebih Nyaman
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
Insiden bermula ketika anak kerbau milik H. Udin (50) yang diurus oleh Rasidi (65) sedang digembalakan di sebuah lapangan kosong. Tanpa disadari, hewan ternak tersebut menginjak area sumur terbuka dan jatuh terjerembap ke dasar lubang yang gelap dan dalam.
Menerima laporan darurat pada pukul 15.44 WIB, enam personel piket Regu 1 Damkar Kuningan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Mereka menyadari bahwa setiap menit sangat berharga untuk mencegah kerbau tersebut tewas akibat kehabisan oksigen atau kelelahan di dasar sumur.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan, fokus utama timnya adalah keselamatan hewan dan personel di ruang terbatas yang minim ruang gerak.
“Satu jam adalah batasnya. Karena kedalaman sumur mencapai 12 meter dan medannya sangat sempit, anggota di lapangan harus bertindak cepat sekaligus ekstra hati-hati,” ujar Andri Arga Kusumah saat memberikan keterangan, Jumat (30/10/2026).
“Risikonya tinggi, baik bagi personel yang turun maupun bagi kerbau itu sendiri. Jika salah perhitungan atau terlalu lambat, kerbau berisiko mengalami lemas hingga mati di dasar sumur,” imbuhnya lagi.
Tiba di lokasi pukul 16.34 WIB, tim pemadam langsung merakit peralatan penyelamatan khusus seperti tripod dan tali sling dari Kendaraan Dinas (Randis) RR. Dengan teknik pengangkatan yang terukur serta bantuan bahu-membahu dari warga setempat, tali berhasil diikatkan ke tubuh anak kerbau di dasar sumur.
Dalam kurun waktu 1 jam 6 menit yang penuh ketegangan, anak kerbau berbobot besar itu akhirnya berhasil diangkat perlahan ke permukaan dalam kondisi selamat tepat pada pukul 17.40 WIB.
Menutup operasi evakuasi tersebut, Andri Arga Kusumah mengingatkan masyarakat Kuningan untuk tidak mengabaikan lubang-lubang berbahaya di area terbuka.
” Kami sangat mengimbau warga yang memiliki sumur terbuka di tempat umum atau pekarangan agar segera menutupnya secara permanen atau memberi pengaman yang memadai,” tutur Andri. (NARS)
