
KUNINGAN — Pasca-terjadinya bencana hujan deras dan angin puting beliung yang melanda Kecamatan Maleber pada Kamis sore (29/10/2026), tim gabungan lintas instansi bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga terdampak di lokasi kejadian.
Penanganan darurat ini melibatkan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, TNI, Polri, PLN, aparat desa/kecamatan, serta partisipasi aktif warga setempat.
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
- Jaga Tradisi Kawin Cai di Babakanmulya, Sri Laelasari Tekankan Pentingnya Merawat Mata Air demi Masa Depan
- Upacara Adat Kawin Cai Balong Dalem Masuk Kalender Wisata, Ini Kata Plt Kadisporapar Kuningan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan langkah utama yang diprioritaskan saat ini adalah menjamin keselamatan warga terdampak serta memulihkan aksesibilitas wilayah yang sempat terganggu akibat pohon tumbang.
“Sejak menerima laporan pukul 15.30 WIB, petugas gabungan langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan warga. Kami memprioritaskan evakuasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ke tempat yang lebih aman, baik ke rumah saudara maupun tetangga terdekat,” jelas Indra Bayu Kamis (29/10) malam.
Selain evakuasi warga, prioritas penanganan tertuju pada jalur vital Jalan Mekarsari–Cipakem yang sempat tertutup akibat tumbangnya tiga pohon berukuran besar. Petugas PLN bersama TNI, Polri, dan warga langsung bahu-membahu melakukan pemangkasan dan pembersihan material pohon agar jalur transportasi dan jaringan listrik dapat segera kembali pulih secara bertahap.
Menjelang Kamis malam, kondisi di lokasi bencana berangsur terkendali dengan situasi cuaca hujan rintik-rintik dan angin kembali normal. Petugas di lapangan masih terus melakukan pembersihan debris material bangunan dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak pemerintah desa guna menyusun langkah penanganan lanjutan.
Dari data sementara, tercatat sekira 80 rumah dan bangunan milik warga di lima desa yang ada di Kecamatan Maleber terdampak kerusakan akibat peristiwa angin puting beliung yang terjadi Kamis petang tadi.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebencanaan ini (baca: https://kuninganreligi.com/terjang-5-desa-di-maleber-angin-puting-beliung-rusakkan-80-rumah-warga-kuningan/) (Nars)
