
KUNINGAN — Hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Kamis sore (29/10/2026) pukul 15.30 WIB, menerbangkan atap dan merusakkan setidaknya 80 unit rumah warga serta fasilitas pertokoan dan gudang.
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
- Jaga Tradisi Kawin Cai di Babakanmulya, Sri Laelasari Tekankan Pentingnya Merawat Mata Air demi Masa Depan
- Upacara Adat Kawin Cai Balong Dalem Masuk Kalender Wisata, Ini Kata Plt Kadisporapar Kuningan
Berdasarkan pendataan sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, dampak kerusakan tersebar di lima titik wilayah, mencakup Desa Mekarsari, Buniasih, Karangtengah, Maleber, hingga jalan penghubung ke Desa Cipakem. Kerugian material ditaksir mencapai setengah miliar rupiah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan, Desa Mekarsari menjadi titik lokasi yang mengalami dampak kerusakan paling parah.
“Hasil asesmen sementara mencatat ada 80 unit rumah yang mengalami kerusakan di Kecamatan Maleber. Di Desa Mekarsari saja, kerusakan menimpa 62 unit rumah warga, dengan rincian 6 rusak berat, 23 rusak sedang, dan 33 rusak ringan. Selain itu, satu unit warung dan satu unit gudang juga mengalami rusak sedang,” papar Indra Bayu saat dikonfirmasi Kamis (29/10) malam.
Selain Desa Mekarsari, dampak angin kencang ini juga merusakkan 15 unit rumah di Desa Buniasih (2 rusak berat, 13 rusak ringan), 2 unit rumah di Dusun Tarikolot Desa Maleber (1 rusak berat, 1 rusak ringan), serta 1 unit rumah di Desa Karangtengah.
Indra mengungkapkan, meski kerusakan bangunan cukup masif dan nilai kerugian ditaksir berkisar Rp500 juta, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, beberapa keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat terpaksa diungsikan sementara,” tambah Indra. (NARS)
