KUNINGAN – Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, menyampaikan optimismenya terhadap capaian produksi gabah di Kabupaten Kuningan. Ia juga mendorong para petani untuk menjual hasil panennya kepada Bulog agar ketersediaan beras tetap terjaga sepanjang tahun.
Hal itu disampaikan Sri Laelasari usai menghadiri kegiatan panen raya yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di Kacamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka, pada Senin (7/4/2025) kemarin. Panen Raya ini digelar serentak di 157 kabupaten, termasuk di Majalengka dan di 14 Provinsi se-Indonesia.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
“Semoga dengan adanya acara panen raya yang dihadiri Pak Presiden ini bisa menjadi semangat baru dan motivasi bagi para petani. Saya akan terus mengawal program ketahanan pangan, karena ini merupakan program prioritas pemerintah,” ujar Sri, Senin (8/4/2025).
Ia mengungkapkan, hingga saat ini capaian produksi gabah di Kabupaten Kuningan telah mencapai 38,6 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Capaian tersebut dinilainya cukup menggembirakan, dan diprediksi akan terus meningkat hingga akhir April atau awal Mei.
“Kalau melihat tren dan kondisi saat ini, saya optimistis capaian produksi gabah kita bisa mencapai 100 persen dari target hingga awal Mei nanti,” kata legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.


Sri Laelasari juga berharap agar para petani menjual gabahnya ke Bulog dengan harga GKP (Gabah Kering Panen) sesuai ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan beras di Kabupaten Kuningan tetap terjaga dan terhindar dari risiko surplus yang tidak terserap dengan baik.


“Saya berharap para petani mau menjual gabah ke Bulog agar distribusi dan stok beras tetap aman. Sebagai wakil rakyat di Komisi 2, saya berkepentingan untuk terus memantau ketersediaan beras agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang tahun,” tegasnya. (NARS)

























