KUNINGAN – Polemik penyebab longsor di kawasan bawah Objek Wisata Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terus bergulir. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menegaskan bahwa bencana tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas pembangunan Resto Joglo Arunika di Desa Cisantana. Namun, hingga kini Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memilih untuk belum banyak berkomentar.
Ditemui usai menghadiri kegiatan di Gedung BKPSDM Kuningan, Senin (19/5/2025), Bupati Dian menyatakan masih perlu melakukan pendalaman informasi bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait sebelum menyampaikan sikap resmi.
- Malam Ini, Warga Muhammadiyah Kuningan Gelar Salat Tarawih Perdana: Berikut Daftar Lokasi Masjidnya
- Sambut Tahun Kuda Api, Atraksi Barongsai Pukau Tamu The Icon Kuningan
- Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa
- Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner – Jangan Lewatkan!
- Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong
“Jujur, saya belum bisa memberikan komentar ya. Saya akan berdiskusi dahulu dengan SKPD terkait,” ujar Bupati Dian kepada awak media.
Namun begitu, Dian mengimbau semua pihak untuk tidak memakai asas prejudice untuk menyimpulkan penyebab longsor.
“Jangan sampai menganut asas prejudice dalam menyikapi isu lingkungan ini. Kita akan lihat dulu,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Wilayah I BTNGC Kuningan, Hayunita, mengonfirmasi pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Jumat (16/5/2025). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lokasi longsor berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang dipenuhi material bebatuan. Tingginya curah hujan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan debit air dan memicu longsor.
“Longsor terjadi di wilayah TNGC, bukan di lokasi pembangunan Joglo Arunika. Jadi belum bisa dikaitkan langsung dengan aktivitas pembangunan,” kata Hayunita.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial, Hayunita meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kita perlu membudayakan cek dan ricek. Jangan asal menyebarkan informasi, apalagi kalau hanya berdasarkan unggahan media sosial,” tegasnya.
Pernyataan itu turut diamini oleh Petugas BTNGC lainnya, Fuad, yang hadir dalam peninjauan lokasi. (nars)


