

KUNINGAN – Bencana longsor yang terjadi di bawah kawasan Destinasi Wisata Arunika, Kabupaten Kuningan, menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra, Dede Ismail. Longsor tersebut tidak hanya mengancam keselamatan warga sekitar, tetapi juga berdampak langsung pada akses menuju destinasi wisata Lembah Cilengkrang.
- Miniatur Lembur Pakuan KDM Hadir di Kuningan, Warga Jagara Sulap Gerbang Desa dengan Nuansa Tradisional
- Dramatis! Menang Adu Penalti Atas Sindangagung, Garawangi Segel Tiket 8 Besar Bupati Cup 2026
- Geliat Ekonomi Kreatif di Pesona Sunset Sore Taman Desa Jagara Kuningan
- Sensasi Kopi Embun Senja Berwarna Merah Putih Ramaikan Perayaan Kemerdekaan di Glamping Embun Sangga Langit Kuningan
- Sawah Lope Kuningan Manjakan Wisatawan dengan Waterboom Mini, Main Air Sepuasnya Cuma Rp 5 Ribu
Dede menilai, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus ditangani secara serius oleh semua pihak terkait. Ia mendesak Bupati Kuningan segera membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut tuntas penyebab longsor, serta memastikan ada langkah penanganan dan pencegahan ke depan.
“Tim investigasi harus melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), dan SKPD lainnya. Termasuk perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup,” tegas Dede, Senin (19/5/2025).
Ia juga mengingatkan, siapa pun yang terbukti melanggar aturan tata ruang atau melakukan aktivitas yang merusak lingkungan harus ditindak tegas, tanpa pandang bulu.
“Kepentingan pribadi atau bisnis tidak boleh mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Gunung Ciremai harus diselamatkan dari kepentingan sempit,” ujarnya.
Selain mendesak Bupati bertindak, Dede juga meminta Ketua DPRD Kuningan mengambil langkah proaktif.
“Ketua DPRD harus mendorong pembentukan tim investigasi ini secara kelembagaan, sekaligus menyampaikan pernyataan resmi kepada media agar masyarakat mendapat kejelasan. Ini penting agar polemik tidak semakin meluas dan kita bisa bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.
Dede menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mencegah terulangnya bencana serupa, mengingat topografi daerah sekitar yang rawan longsor dan dekat dengan permukiman warga.
“Kita harus belajar dari kejadian ini. Jangan sampai bencana datang lagi baru kita bergerak. Keselamatan warga dan kelestarian Ciremai adalah prioritas utama,” tandasnya. (Nars)



