KUNINGAN – Bencana longsor yang terjadi di bawah kawasan Destinasi Wisata Arunika, Kabupaten Kuningan, menuai sorotan tajam dari Anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra, Dede Ismail. Longsor tersebut tidak hanya mengancam keselamatan warga sekitar, tetapi juga berdampak langsung pada akses menuju destinasi wisata Lembah Cilengkrang.
- Bawa Tren Dunia, Padelazo Resmi Menjelma Sebagai Episentrum Olahraga Padel Pertama di Kuningan
- Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pengusaha Muda Kuningan Farid Nugraha Bagikan Jurus ‘Survival Mode’ untuk UMKM
- Kunjungi dan Bantu Korban Musibah Kebakaran, Nuzul Rachdy: Ikut Prihatin
- Mulai Lusa, Ketua DPRD Kuningan Ikuti Retreat di Magelang
- Dugaan Pencemaran Limbah ke Pemukiman, Tim Gabungan Sidak IPAL Mie Gacoan Kuningan
Dede menilai, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus ditangani secara serius oleh semua pihak terkait. Ia mendesak Bupati Kuningan segera membentuk tim investigasi gabungan untuk mengusut tuntas penyebab longsor, serta memastikan ada langkah penanganan dan pencegahan ke depan.
“Tim investigasi harus melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), dan SKPD lainnya. Termasuk perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup,” tegas Dede, Senin (19/5/2025).
Ia juga mengingatkan, siapa pun yang terbukti melanggar aturan tata ruang atau melakukan aktivitas yang merusak lingkungan harus ditindak tegas, tanpa pandang bulu.
“Kepentingan pribadi atau bisnis tidak boleh mengorbankan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. Gunung Ciremai harus diselamatkan dari kepentingan sempit,” ujarnya.
Selain mendesak Bupati bertindak, Dede juga meminta Ketua DPRD Kuningan mengambil langkah proaktif.
“Ketua DPRD harus mendorong pembentukan tim investigasi ini secara kelembagaan, sekaligus menyampaikan pernyataan resmi kepada media agar masyarakat mendapat kejelasan. Ini penting agar polemik tidak semakin meluas dan kita bisa bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.
Dede menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mencegah terulangnya bencana serupa, mengingat topografi daerah sekitar yang rawan longsor dan dekat dengan permukiman warga.
“Kita harus belajar dari kejadian ini. Jangan sampai bencana datang lagi baru kita bergerak. Keselamatan warga dan kelestarian Ciremai adalah prioritas utama,” tandasnya. (Nars)
























