

KUNINGAN – Upaya percepatan kemandirian ekonomi desa terus digenjot oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri di Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Berdiri sejak tahun 2016, BUMDes ini sukses bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan warga melalui berbagai inovasi unit usaha yang menyentuh langsung denyut nadi perekonomian masyarakat.
- Dari Hidroponik Hingga Ayam Petelur, BUMDes Karya Mandiri Terus Kembangkan Potensi Desa Peusing
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
Mengusung visi kemandirian yang berkelanjutan, BUMDes Karya Mandiri terus melakukan ekspansi bisnis dan layanan. Direktur BUMDes Karya Mandiri Desa Peusing, Sahrudin, menuturkan bahwa kunci keberhasilan BUMDes terletak pada kejelian melihat dan memaksimalkan potensi desa.
“Kami tidak ingin hanya berfokus pada satu bidang. Visi kami adalah kemandirian yang holistik. Oleh karena itu, dari pengembangan pertanian seperti hidroponik hingga sektor peternakan ayam petelur, terus kami integrasikan untuk memberikan nilai tambah bagi desa,” ujar Sahrudin, Kamis (27/8/2026).
Sahrudin menjelaskan, unit peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes saat ini berlokasi strategis di area dekat lapangan futsal desa. Hal ini memudahkan proses operasional sekaligus pemantauan.Lebih lanjut, inovasi di sektor ketahanan pangan juga diperluas melalui budidaya perikanan.
Mengadopsi teknologi sistem bioflok modern, BUMDes Karya Mandiri sukses memelihara komoditas ikan nila dan lele. “Alhamdulillah, sistem bioflok ini sangat efektif. Ikan-ikan ini rutin kami panen dan hasilnya mampu memenuhi permintaan pasar lokal serta meningkatkan gizi warga,” tambahnya.
Pemberdayaan UMKM dan Kelestarian Lingkungan
Selain sektor pangan, BUMDes Karya Mandiri juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penataan lingkungan. Sahrudin menyadari bahwa perekonomian desa akan hidup jika warga diberikan ruang untuk berniaga.
Sebagai solusi, pihak BUMDes secara rutin menggelar pasar atau bazar akhir pekan. Mereka juga menyediakan fasilitas lapak yang representatif untuk mendukung para pelaku usaha mikro setempat memasarkan produk unggulannya di Car Free Day Kuningan setiap pekan.
Di ranah lingkungan dan pelayanan publik, kiprah BUMDes ini patut diacungi jempol. Mereka secara aktif mengambil alih tanggung jawab tata kelola kebersihan desa melalui unit pengelolaan sampah. Layanan ini memastikan pengangkutan sampah rumah tangga warga berjalan tertib dan teratur.
“Pembangunan tidak hanya soal ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan. Makanya, kami juga membangun dan merawat Taman BUMDes. Ruang terbuka hijau ini kami fungsikan sebagai paru-paru desa sekaligus ruang publik agar warga bisa berinteraksi dengan nyaman,” papar Sahrudin. (Nars)



